Begal yang Dimassa di Rejoso Bawa Sikep, Kondisi Sudah Membaik

PASURUAN – Nyawa Saiful, 27, warga Desa Trewung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, masih bisa diselamatkan. Walau Sabtu (22/9) malam lalu dia dihajar massa hingga luka berat, usai aksi begalnya berhasil digagalkan. Kontan, banyak netizen yang bertanya-tanya, mengapa hal itu bisa terjadi.

Saat tertangkap massa sekira pukul 21.00 pada Sabtu malam, dalam hitungan detik, puluhan warga pun berdatangan setelah tahu terjadi aksi pembegalan. Kedatangan warga itu membuat para pelaku gusar. Salah satu pelaku kemudian kabur dengan motor yang digunakan. Sedangkan seorang pelaku lainnya, tertinggal.

Belakangan, salah satu pelaku yakni Saiful, 27, warga Desa Trewung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ikut ketakutan. Massa yang geram langsung mengepungnya. Namun, Saiful lari sekencang-kencangnya ke area persawahan. Ia kemudian berhasil ditangkap sekitar 1 kilometer dari TKP pembegalan. Tepatnya, saat memasuki Desa Rejoso Lor, kecamatan setempat.

Tak ayal, massa yang sudah geram langsung menghakimi Saiful. Beberapa warga memukuli Saiful dengan tangan kosong. Namun, sebagian lainnya menggunakan pentungan kayu. Bahkan, pelaku sempat dilempari batu sebelum akhirnya tubuh pelaku tak berdaya. Kegeraman warga masih berlanjut dan menyeret pelaku di sepanjang jalan.

Namun setelah mendapatkan perawatan semalam, Saiful sudah bisa dibawa ke mapolresta untuk ditangani. Saat ditunjukkan ke media, wajah dan lukanya juga tak terlalu nampak. Banyak netizen yang mengira, jika pelaku tersebut bukanlah begal yang sempat dimassa di Rejoso.

Namun, dalam foto yang diberikan polisi dan dimuat di radar bromo.co.id, foto itu memang Saiful. Bedanya, darah di wajahnya sudah tidak nampak. Saiful bahkan sudah lancar saat diperiksa petugas.

Dari informasi yang dihimpun, Saiful membawa jimat atai sikep saat beraksi. Kepala Desa Rejoso Lor Humaidi menyampaikan warganya sempat menggeledah badan Saiful. Karena dikhawatirkan membawa senjata tajam ataupun benda berbahaya lainnya.

“Tapi, tidak ditemukan apa-apa, ia juga tak membawa KTP. Warga hanya menemukan sikep di sabuknya,” jelas Kades yang biasa dipanggil Wak Inggih Robert itu.

Aksi main hakim sendiri itu kemudian dihentikan oleh sejumlah petugas yang mendatangi TKP. Pelaku yang sudah berlumuran darah itu langsung dilarikan ke UGD RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Di rumah sakit berpelat merah itu pelaku mendapat perawatan intensif.

Ia mengalami luka pada sekujur tubuhnya. Wajahnya juga dipenuhi luka memar dan lebam. Dengan langkah kakinya yang sempoyongan, pelaku digelandang petugas menuju Mapolresta Pasuruan untuk diperiksa lebih lanjut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, komplotan pelaku begal itu beraksi di Jalan Raya Rejoso, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Korbannya yakni Zainul Arifin dan Sriwahyuni, pasutri asal Desa Tampung, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Malam itu keduanya dari arah Pasuruan dan tengah dalam perjalanan pulang dengan mengendarai motor Honda Beat. Namun tiba-tiba, mereka dicegat tiga pelaku yang mengendarai motor Honda Mega Pro. Setelah mengancam dan berhasil membawa motor, tiga pelaku begal hendak kabur. Sayang, salah satu pelakunya gagal kabur dan dihakimi massa. Dia adalah Saiful. (tom/fun)