alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Warga Wonomerto Ini Gunakan Xenia untuk Curi Sapi

LUMBANG, Radar Bromo – Beralasan terlilit utang, Sipul, 40, warga Dusun Krajan, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, nekat mencuri sapi. Bahkan, ia bersama komplotannya mengangkut sapi hasil curiannya menggunakan mobil Daihatsu Xenia.

Karena perbuatannya itu, kini Sipul ditahan di Mapolsek Lumbang, Polres Probolinggo. Ia ditangkap polisi ketika berada di Pasar Ternak, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Sabtu (21/8), sekitar pukul 17.00. Dalam kasus ini, Sipul disangka sebagai eksekutor.

Sipul disangka mencuri seekor sapi milik Suwarno, 50, warga Dusun Krajan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Bersama tiga rekannya, ia menggondol seekor sapi limosin betina. Nilainya mencapai belasan juta. Namun, di tangan Sipul dkk, sapi itu dijual kepada penadah seharga Rp 8 juta.

Dari hasil penjualan itu, Sipul mengaku mendapatkan bagian Rp 4,8 juta. Sejumlah Rp 4 juta digunakan untuk membayar utang, sedangkan sisanya Rp 800 ribu digunakan untuk kebutuhan keluarganya.

“Karena lagi butuh uang untuk bayar utang Rp 4 juta, pas diajak teman (pelaku lain), saya nekat mau,” ujar Sipul kepada penyidik ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lumbang.

Kapolsek Lumbang AKP Dugel melalui Kanit Reskrim Polsek Lumbang Aipda Dadang mengatakan, tersangka mengaku mencuri sapi milik korban bersama sejumlah temannya. Kini, mereka masih buron.

Pencurian ini terjadi pada Selasa (29/7) sekitar pukul 04.00. Saat itu, sejumlah pelaku masuk kandang sapi korban dengan cara merusak pintu kandang menggunakan celurit. Pintu kandang itu mudah dirusak karena hanya berbahan gedek.

Ada dua pelaku yang masuk ke kandang, sedangkan Sipul berjaga-jaga di depan kandang. Memantau situasi. Selain itu, seorang pelaku lagi menunggu di mobil untuk mengangkut sapi hasil curiannya.

Tak jauh dari lokasi pencurian, para pelaku memasukkan sapi betina berbulu merah motif putih di kepala itu ke mobil Daihatsu Xenia. Jok belakang mobil sewaan itu telah dibuka, sehingga muat untuk dijadikan pengangkut sapi.

Malam itu juga para pelaku membawa hasil curiannya kepada tersangka lain di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Di sana, mereka berusaha menghilangkan ciri-ciri khusus yang ada pada sapi. Salah satunya mengganti tamparnya.

Kemudian, sapi itu dijual dengan harga murah. Penadah membelinya dengan harga Rp 8 juta. “Sapi korban itu dijual dengan harga Rp 8 juta. Kami masih memburuh para pelaku. Termasuk penadah sapi hasil curian tersebut,” ujar Dadang. (mas/rud)

LUMBANG, Radar Bromo – Beralasan terlilit utang, Sipul, 40, warga Dusun Krajan, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, nekat mencuri sapi. Bahkan, ia bersama komplotannya mengangkut sapi hasil curiannya menggunakan mobil Daihatsu Xenia.

Karena perbuatannya itu, kini Sipul ditahan di Mapolsek Lumbang, Polres Probolinggo. Ia ditangkap polisi ketika berada di Pasar Ternak, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Sabtu (21/8), sekitar pukul 17.00. Dalam kasus ini, Sipul disangka sebagai eksekutor.

Sipul disangka mencuri seekor sapi milik Suwarno, 50, warga Dusun Krajan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Bersama tiga rekannya, ia menggondol seekor sapi limosin betina. Nilainya mencapai belasan juta. Namun, di tangan Sipul dkk, sapi itu dijual kepada penadah seharga Rp 8 juta.

Dari hasil penjualan itu, Sipul mengaku mendapatkan bagian Rp 4,8 juta. Sejumlah Rp 4 juta digunakan untuk membayar utang, sedangkan sisanya Rp 800 ribu digunakan untuk kebutuhan keluarganya.

“Karena lagi butuh uang untuk bayar utang Rp 4 juta, pas diajak teman (pelaku lain), saya nekat mau,” ujar Sipul kepada penyidik ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lumbang.

Kapolsek Lumbang AKP Dugel melalui Kanit Reskrim Polsek Lumbang Aipda Dadang mengatakan, tersangka mengaku mencuri sapi milik korban bersama sejumlah temannya. Kini, mereka masih buron.

Pencurian ini terjadi pada Selasa (29/7) sekitar pukul 04.00. Saat itu, sejumlah pelaku masuk kandang sapi korban dengan cara merusak pintu kandang menggunakan celurit. Pintu kandang itu mudah dirusak karena hanya berbahan gedek.

Ada dua pelaku yang masuk ke kandang, sedangkan Sipul berjaga-jaga di depan kandang. Memantau situasi. Selain itu, seorang pelaku lagi menunggu di mobil untuk mengangkut sapi hasil curiannya.

Tak jauh dari lokasi pencurian, para pelaku memasukkan sapi betina berbulu merah motif putih di kepala itu ke mobil Daihatsu Xenia. Jok belakang mobil sewaan itu telah dibuka, sehingga muat untuk dijadikan pengangkut sapi.

Malam itu juga para pelaku membawa hasil curiannya kepada tersangka lain di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Di sana, mereka berusaha menghilangkan ciri-ciri khusus yang ada pada sapi. Salah satunya mengganti tamparnya.

Kemudian, sapi itu dijual dengan harga murah. Penadah membelinya dengan harga Rp 8 juta. “Sapi korban itu dijual dengan harga Rp 8 juta. Kami masih memburuh para pelaku. Termasuk penadah sapi hasil curian tersebut,” ujar Dadang. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/