Ngaku Petugas PLN, Ternyata Gondol Laptop, Warga Mayangan jadi Korban

TKP: Sulistiowati yang Kamis (22/8) lalu menjadi korban penipuan. Pelaku berpura-pura menjadi petugas PLN, namun justru mencuri laptop di rumahnya. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Mengaku petugas dari PLN, dua pelaku menggarong harta Sulistiowati, 61, warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Mereka membawa kabur sebuah laptop, uang Rp 1,5 juta, dan tiga kunci kontak sepeda motor.

Pencurian itu dilakukan pelaku pada Kamis (22/8) sore. Sulis -panggilan akrab Sulistiowati- mengatakan, saat itu sekitar pukul 16.00, ada dua orang yang mengetuk pagarnya dan masuk rumahnya. Mendengar ada yang masuk pagar, perempuan yang sendirian di rumah melihatnya. “Saat itu dua anak saya sedang bekerja,” ujarnya.

Mengetahui ada tamu, Sulistiowati menanyakan kepentingan mereka. Dua lelaki mengaku dari PLN yang bertujuan memberikan subsidi listrik. Mereka menjanjikan pembayaran yang dibebankan dapat dipotong hingga 50 persen. “Saya bingung maksudnya subsidi listrik bagaimana,” ujarnya.

Salah satu pelaku kemudian berusaha masuk rumah Sulis, namun ia menahannya. Sulis mengaku memegang tangan pelaku. “Sebab, jika memeriksa meteran, kan ada di luar, kenapa dia mau masuk ke rumah. Walaupun alasannya untuk melihat beberapa saluran,” ujarnya.

Pria berambut gondrong dengan tinggi sekitar 170 sentimeter itu pun menepuk tangannya. Saat itulah, Sulis mengaku bingung dan hanya menurutinya. “Saya buntuti ketika mereka masuk ke rumah. Gak tahu kenapa saya seperti tidak sadar begitu,” ujarnya.

Tak sampai satu menit, kedua orang itu keluar dan pamit pergi. Mereka membawa kabur laptop, uang, dan tiga kunci kontak sepeda motor. “Sesat setelahnya saya sadar, mengapa dua orang itu masuk ke dalam rumah saya. Namun, saya tidak bisa mengejarnya karena sudah jauh. Uangnya sekitar Rp 1,5 juta. Laptop ada empat, tapi yang diambil hanya satu yang ada di lemari. Dia (pelaku) bilang dua hari lagi akan datang kembali,” ujar Sulis.

Anak pertama korban, Eko, 38, mengaku baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 21.00. Mendapati itu, Eko mengaku langsung melaporkan ke Mapolsek Mayangan. Karena harus membawa bukti berupa dusbook laptop, pihaknya kembali pada Jumat (23/8), pukul 09.00. “Tadi pagi (23/8) sudah kami laporkan ke Polsek Mayangan,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi mengaku, pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian melakukan identifikasi. Termasuk mendalami kasusnya karena maraknya kejadian serupa.

“Kami imbau warga tidak langsung percaya begitu saja. Sehingga, jika ada yang hendak masuk (rumah) jangan langsung dibuka pintunya. Kami juga berupaya mendalami kasus ini untuk mengungkap pelakunya,” ujarnya. (rpd/fun)