alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Mantan Kadisdikbud Kota Probolinggo Diperiksa Lanjutan Korupsi Bosda

KANIGARAN, Radar Bromo Setelah Basori dan Budi Wahyu Riyanto, dua lagi tersangka dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) SD-SMP Kota Probolinggo tahun 2020 menjalani pemeriksaan lanjutan. Kamis (23/6), giliran tersangka Muhammad Maskur dan Edi diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, sebelumnya pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka Basori dan Budi berlangsung mulai pukul 15.30 hingga pukul 21.00. Sedangkan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kota Probolinggo Mohamad Maskus dan Edi, direktur CV Mitra Widyatama, diperiksa mulai Kamis siang hingga menjelang petang. Kedua tersangka didampingi penasihat hukum (PH) saat diperiksa oleh penyidik Kejari.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo Hartono melalui Kasi Intel Thesar Yudi Prasetya membenarkan pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka dugaan korupsi BOSDA tahun 2020. Dua hari, empat tersangka menjalani pemeriksaan lanjutan. Rabu (22/6), tersangka Basori dan Budi. Dan kemarin (23/6), giliran tersangka Maskur dan Edi yang menjalani pemeriksaan lanjutan.

”Iya, hari ini giliran tersangka Maskur dan Edi yang kami periksa lanjutan. Sebelumnya tersangka Basori dan Budi menjalani pemeriksaan lanjutan sampai malam,” katanya.

Menurut Thesar, pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan yang telah hampir rampung. Pihaknya memang mengebut proses penyidikan dengan memeriksa seluruh saksi yang ada.

Adapun pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka untuk melanjutkan pemeriksaan di awal. ”Pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi proses penyidikan. Jika sudah cukup, akan dilanjutkan dengan pemberkasan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Kejari Kota Probolinggo menetapkan empat tersangka atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana BOSDA SD-SMP di Kota Probolinggo tahun 2020. Diduga kuat, para tersangka telah menyalahgunakan anggaran kegiatan BOSDA nilai total sekitar Rp 6,9 miliar.

KANIGARAN, Radar Bromo Setelah Basori dan Budi Wahyu Riyanto, dua lagi tersangka dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) SD-SMP Kota Probolinggo tahun 2020 menjalani pemeriksaan lanjutan. Kamis (23/6), giliran tersangka Muhammad Maskur dan Edi diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, sebelumnya pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka Basori dan Budi berlangsung mulai pukul 15.30 hingga pukul 21.00. Sedangkan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kota Probolinggo Mohamad Maskus dan Edi, direktur CV Mitra Widyatama, diperiksa mulai Kamis siang hingga menjelang petang. Kedua tersangka didampingi penasihat hukum (PH) saat diperiksa oleh penyidik Kejari.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo Hartono melalui Kasi Intel Thesar Yudi Prasetya membenarkan pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka dugaan korupsi BOSDA tahun 2020. Dua hari, empat tersangka menjalani pemeriksaan lanjutan. Rabu (22/6), tersangka Basori dan Budi. Dan kemarin (23/6), giliran tersangka Maskur dan Edi yang menjalani pemeriksaan lanjutan.

”Iya, hari ini giliran tersangka Maskur dan Edi yang kami periksa lanjutan. Sebelumnya tersangka Basori dan Budi menjalani pemeriksaan lanjutan sampai malam,” katanya.

Menurut Thesar, pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan yang telah hampir rampung. Pihaknya memang mengebut proses penyidikan dengan memeriksa seluruh saksi yang ada.

Adapun pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka untuk melanjutkan pemeriksaan di awal. ”Pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi proses penyidikan. Jika sudah cukup, akan dilanjutkan dengan pemberkasan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Kejari Kota Probolinggo menetapkan empat tersangka atas kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana BOSDA SD-SMP di Kota Probolinggo tahun 2020. Diduga kuat, para tersangka telah menyalahgunakan anggaran kegiatan BOSDA nilai total sekitar Rp 6,9 miliar.

MOST READ

BERITA TERBARU

/