Wakil Ketua DPRD Kab Probolinggo Dipolisikan, Dituding Beri Keterangan Palsu

PAJARAKAN, Radar Bromo – Perkara yang menyandung Abdul Kadir memang sudah tuntas di pengadilan. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo tersebut, sudah menerima vonis 1 tahun empat bulan dari majelis hakim.

Namun perkara itu, rupanya bakal berlanjut. Ini menyusul, pihak keluarga mempolisikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi, karena dinilai pernah memberi keterangan palsu saat bersaksi di pengadilan.

Jon Junaedi yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo tersebut, dilaporkan ke kepolisian. Adapun yang melaporkan Jon Junaedi, adalah Abdul Kadir melalui Kuasa Hukumnya, Hosnan Taufiq. Ia mendatangi mapolres seorang diri. Ia membawa surat kuasa dari Abdul Kadir untuk melengkapi laporannya.

“Saya melaporkan Jon Junaedi karena memberikan keterangan palsu di bawah sumpah Alquran. Itu, saat ia dimintai kesaksian di pengadilan,” katanya.

Menurut Hosnan, Jon tidak jujur dalam memberikan kesaksian. Pasalnya, yang memfasilitasi kliennya dalam pembuatan ijazah palsu itu adalah Jon. Tetapi, saat memberikan kesaksian, Jon disebut malah mengelak dan mengaku tidak tahu atas proses pembuatan ijazah palsu itu.

“Dia (Jon Junaedi, Red) adalah perantaranya. Itu, sudah disebutkan dalam pengadilan oleh saksi lain. Tetapi, ia masih tidak mengakui dan tidak tahu,” kata Hosnan.

Pihaknya sendiri telah membawa kasus tersebut ke Polda Jatim. Jumat lalu, ia menghadiri gelar perkara di Polda. “Kasus ini sudah saya bawa ke polda. Dan ini merupakan hasil dari gelar perkara di polda. Karena itu, saya melaporkan saudara Jon ke polisi,” tuturnya.

Sementara itu, AKP Riski Santoso mengatakan, apa yang dilakukan oleh Hosnan itu merupakan aduan. Pihaknya, belum menerbitkan Laporan (LP) untuk kasus itu.

“Iya ada aduan. Jadi masih belum ada LP (laporan Polisi, Red). Kami tentunya menunggu instruksi pimpinan,” jelasnya.

Jon Junaedi sendiri saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui atas laporan itu. “Belum tahu saya. Saya pikir perkara ini sudah selesai di pengadilan,” ujarnya.

Menurutnya, ia sama sekali tidak pernah memberikan keterangan palsu. Bahkan Jon Junaedi menyebut, keterangan diberikan di pengadilan merupakan sebuah kejujuran. “Saya tidak pernah memberikan keterangan palsu,” tandasnya. (sid/fun)