Tiga Penadah Pikap Curian asal Pasrepan-Rembang Dibekuk

BANGIL, Radar Bromo – Tiga penadah pikap curian diringkus anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Mereka dibekuk setelah korban sempat melihat mobil hilang miliknya, melintas di jalan.

Tiga penadah yang diringkus itu adalah Widarto, 38, warga Tambak Kidul, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan; H. Hadi alias Suhadi, 50, warga Tambak Kidul, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan; dan H Ghozali, 49, warga Desa Tampung, Kecamatan Rembang.

Wakapolres Pasuruan Kompol Hendy Kurniawan mengungkapkan, penangkapan tersebut bermula dari aduan mobil pikap hilang yang masuk ke polisi. Korban kehilangan pikap itu, menimpa Mansur Rosyidi, 38, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan.

Korban kehilangan mobil pikap nopol L 9439 GK miliknya, Kamis, 6 Februari 2020. Ketika itu, ia menaruh mobil pikap tersebut di teras rumah. “Korban menaruh mobil pikap di teras rumahnya, Rabu (5/2) malam. Namun, pagi harinya mobil tersebut sudah raib,” jelas Hendy, sapaannya.

Ia sempat berusaha mencari. Namun, tak berhasil. Selanjutnya, korban melaporkan apa yang menimpanya itu ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kepolisian kemudian melakukan penelusuran.

Upaya penelusuran itu tak mudah. Hingga pada 20 Februari, korban melihat pikap dengan ciri-ciri yang sama dengan miliknya di jalan depan rumah korban. Mobil tersebut, dibawa oleh Widarto untuk mengangkut barang. Namun, mobil tersebut telah berganti pelat jadi N 9725 GK.

“Korban yang menaruh curiga, kemudian mengadukan ke polisi. Berkat kerja sama dengan warga, petugas kepolisian berhasil mengamankan mobil beserta tersangka Widarto,” imbuh Hendy.

Petugas kepolisian kemudian melakukan penyidikan terhadap tersangka. Dari situlah, ia mengakui kalau mobil tersebut didapatkannya dari Hadi dengan harga Rp 20 juta pada 21 Februari 2020. Petugas kemudian memburu Hadi dan berhasil menangkap Hadi di rumahnya pada pukul 17.00.

Introgasi terhadap Hadi, mengerucut pada nama Ghozali. Kepada petugas, Hadi memperoleh mobil tersebut seharga Rp 18 juta. Petugas pun kemudian menangkap Ghozali di rumahnya, 22 Februari 2020.

“Ghozali memperoleh mobil tersebut dari pelaku pencurian, S yang kini masih dalam pengejaran. Ia memperolehnya seharga Rp 16 juta,” beber Hendy lagi.

Menurut Hendy, petugas tidak hanya mengamankan satu unit mobil pikap. Karena ada dua pikap lain yang diamankan dari tersangka Hadi. Keduanya diduga hasil kejahatan.

Karena perbuatan tersebut, mereka disangkakan melanggar pasal 480 KUHP tentang penadahan. Ancamannya, 4 tahun penjara. (one/mie)