Ada Pandemi Korona, Sidang Lanjutan SDN Gentong Ambruk Ditunda

PASURUAN, Radar Bromo – Sidang lanjutan kasus SDN Gentong ambruk ditunda. Penundaan itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Pasuruan Rahmat Dahlan mengaku, ditundanya persidangan didasari adanya surat edaran Mahkamah Agung Nomor 1/2020. “Karena (virus) masih marak ya kami saling menjaga saja,” ungkapnya.

Sedianya, sidang lanjutan kasus SDN Gentong digelar kemarin (23/3). Namun, PN Pasuruan meniadakan persidangan. Tidak hanya kasus SDN Gentong, melainkan juga sejumlah sidang untuk perkara lain.

“Sudah kami beritahukan kepada para pihak yang akan bersidang hari ini (kemarin) untuk sementara ditunda,” jelas Rahmat.

Agenda sidang SDN Gentong itu ialah tanggapan para terdakwa atas jawaban JPU terhadap pleidoi terdakwa. Menurut Rahmat, sidang kembali digelar 2 April 2020 mendatang. Sidang akan langsung dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan.

Sebab, para terdakwa menyatakan tidak akan memberikan tanggapan atas jawaban JPU. “Jadi, agenda selanjutnya langsung pada pembacaan putusan,” urai dia.

Diketahui, Dedy Maryanto dan Sutaji Efendi, terdakwa kasus SDN Gentong ambruk dituntut 3 tahun dan 6 bulan penjara. Jaksa menyatakan keduanya terbukti melanggar pasal 359 dan 360 (2) KUHP.

Tuntutan JPU lebih rendah dari ketentuan pidana maksimum pasal 359 dan 360 (2) KUHP yang didakwakan. Pidana maksimum pasal 359 KUHP yakni 5 tahun dan pasal 360 (2) 9 bulan kurungan.

Kasus itu bermula dari insiden atap empat ruang kelas SDN Gentong yang ambruk pada 5 November 2019. Kejadian ini mengakibatkan murid dan guru meninggal dunia serta belasan murid luka-luka. Dalam dakwaan JPU, atap gedung SDN ambruk karena konstruksi bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. (tom/mie)