alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jual Azimat, Residivis asal Bayeman Curi HP Warga Kademangan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KADEMANGAN,Radar Bromo – Penjara tak membuat Anto Wijaya, 21, warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, jera. Kini, ia harus kembali berurusan dengan polisi karena menggondol handphone.

Kejahatan itu dilakukan tersangka Selasa (23/2) lalu, di rumah Nova Agustina, 32, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Beruntung, aksi tersangka diketahui korban, sehingga tersangka berhasil ditangkap.

Panit II Satreskrim Polsek Kademangan Bripka Dedik Susiyanto mengatakan, aksi pencurian itu terjadi pukul 06.30. Anto Wijaya, sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara sekitar setahun karena kasus pencurian sepeda motor.

Anto yang baru keluar tahun 2020 lalu itu tak mendapatkan pekerjaan. Sementara, ia harus menghidupi istri dan seorang anaknya yang masih berusia 5 tahun. Demi mendapatkan uang, pria itu berjualan azimat. “Ada tulisan Arab di pintu rumahnya. Kemudian, ia fotokopi dan dijual seribu rupiah,” katanya.

Dengan menggunakan kopiah, baju koko, dan sarung, tersangka mulai menjajakan azimat hasil fotokopiannya. Ketika menawarkan ke rumah Nova, saat itu tidak ada orang. Sementara, terlihat ada satu unit handphone yang sedang dicas di atas kursi ruan tamu.

Melihat handphone seharga sekitar Rp 1,5 juta itu, jiwa maling tersangka bergerak. Ia langsung masuk ruang tamu dan menggasaknya.

“Saat itu pemiliknya ngecas HP dan masuk ke dalam sebentar. Saat keluar atau ke ruang tamu lagi, ia melihat ada Anto. Selain itu, HP miliknya sudah tidak ada. Akhirnya, korban langsung meneriaki (Anto) maling dan menangkap pelaku. Sempat banyak warga, namun tidak sampai dimassa,” katanya.

Kemudian, warga menghubungi anggota dan menyerahkan pelaku ke anggota Polsek Kademangan. “Laporan masuk sekitar pukul 08.30. Akibat perbuatanya, Anto terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelas Dedik.

Sementara itu, Anto mengaku awalnya tidak berniat mencuri. Ia bahkan sudah berniat untuk mencari pekerjaan halal untuk menafkahi keluarganya. Yakni, dengan berjualan azimat. “Saya jual azimat keselamatan itu, Pak. Melihat ada HP, saya khilaf,” ujarnya. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KADEMANGAN,Radar Bromo – Penjara tak membuat Anto Wijaya, 21, warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, jera. Kini, ia harus kembali berurusan dengan polisi karena menggondol handphone.

Kejahatan itu dilakukan tersangka Selasa (23/2) lalu, di rumah Nova Agustina, 32, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Beruntung, aksi tersangka diketahui korban, sehingga tersangka berhasil ditangkap.

Panit II Satreskrim Polsek Kademangan Bripka Dedik Susiyanto mengatakan, aksi pencurian itu terjadi pukul 06.30. Anto Wijaya, sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara sekitar setahun karena kasus pencurian sepeda motor.

Mobile_AP_Half Page

Anto yang baru keluar tahun 2020 lalu itu tak mendapatkan pekerjaan. Sementara, ia harus menghidupi istri dan seorang anaknya yang masih berusia 5 tahun. Demi mendapatkan uang, pria itu berjualan azimat. “Ada tulisan Arab di pintu rumahnya. Kemudian, ia fotokopi dan dijual seribu rupiah,” katanya.

Dengan menggunakan kopiah, baju koko, dan sarung, tersangka mulai menjajakan azimat hasil fotokopiannya. Ketika menawarkan ke rumah Nova, saat itu tidak ada orang. Sementara, terlihat ada satu unit handphone yang sedang dicas di atas kursi ruan tamu.

Melihat handphone seharga sekitar Rp 1,5 juta itu, jiwa maling tersangka bergerak. Ia langsung masuk ruang tamu dan menggasaknya.

“Saat itu pemiliknya ngecas HP dan masuk ke dalam sebentar. Saat keluar atau ke ruang tamu lagi, ia melihat ada Anto. Selain itu, HP miliknya sudah tidak ada. Akhirnya, korban langsung meneriaki (Anto) maling dan menangkap pelaku. Sempat banyak warga, namun tidak sampai dimassa,” katanya.

Kemudian, warga menghubungi anggota dan menyerahkan pelaku ke anggota Polsek Kademangan. “Laporan masuk sekitar pukul 08.30. Akibat perbuatanya, Anto terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelas Dedik.

Sementara itu, Anto mengaku awalnya tidak berniat mencuri. Ia bahkan sudah berniat untuk mencari pekerjaan halal untuk menafkahi keluarganya. Yakni, dengan berjualan azimat. “Saya jual azimat keselamatan itu, Pak. Melihat ada HP, saya khilaf,” ujarnya. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2