alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Dijambret, Kalung 10 Gram Warga Triwung Lor Raib

KADEMANGAN, Radar Bromo – Warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Sawati, 45, harus kehilangan kalung emasnya. Ia menjadi korban jambret ketika melintas di Jalan Raya Bromo, Kecamatan Kademangan, Sabtu (23/1). Korban sempat mengejar pelaku, namun berhasil lolos.

Menurut menantu korban, Desi Kafita Damayanti, 25, saat itu, sekitar pukul 07.45, ibunya hendak pulang dari Pasar Ketapang. Menggunakan sepeda motor, ibu tiga anak itu melaju dari utara. Sesampai di sekitar SPBU Ketapang, korban dipepet seorang pria tak dikenal yang mengendara motor protolan. “Orang itu bilang ke ibu saya, tak lakoh ta (tidak bekerja tah),” ujar Desi.

Saat korban menoleh, pelaku langsung menarik paksa kalungnya. Serta, langsung kabur ke selatan dengan kecepatan tinggi. “Leher ibu sampai merah. Saat pelaku memasukkan kalung ke kantongnya, mainan kalungnya sempat terjatuh. Namun, saat dicari oleh ibu tidak ketemu,” ujarnya.

Melihat kalungnya dijambret, Sawati berupaya mengejarnya sembari meneriakinya jambret. Saat itulah, upaya Sawati diketahui anak pertamanya, Muhammad Sidik, 29, yang hendak berangkat kerja. Menggunakan mobil milik temannya, Sidik berusaha mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur setelah masuk Jalan Bendi.

“Suami saya (Sidik) mau berangkat kerja nunggu bus karyawan. Karena busnya tidak datang, akhirnya menghubungi temannya yang membawa mobil. Saat temannya datang, suami saya melihat ibu dijambret, akhirnya langsung pinjam mobil temannya untuk mengejarnya. Sampai terminal, pelaku masuk jalan Bendi dan berhasil kabur,” jelas Desi.

Menurutnya, aksi serupa di lokasi yang sama pernah terjadi dua bulan lalu. Karenanya, ia menduga pelaku merupakan orang yang sama. “Dua bulan lalu juga sama kejadian, jamnya dan lokasi pejambretannya. Sepertinya ini pelaku yang sama,” ujar Desi.

Namun, meski kehilangan kalung emas seberat 10 gram, Desi mengatakan, ibunya tidak melaporkannya ke kepolisian. Benar saja, ketika dicek di Polsek Kademangan, tidak ada laporan masuk. “Untuk kejadian pagi itu belum ada laporan masuk. Namun, ke depan kami akan intensifkan pengawasan, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujar Kapolsek Kademangan, AKP Sumardjo. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Sawati, 45, harus kehilangan kalung emasnya. Ia menjadi korban jambret ketika melintas di Jalan Raya Bromo, Kecamatan Kademangan, Sabtu (23/1). Korban sempat mengejar pelaku, namun berhasil lolos.

Menurut menantu korban, Desi Kafita Damayanti, 25, saat itu, sekitar pukul 07.45, ibunya hendak pulang dari Pasar Ketapang. Menggunakan sepeda motor, ibu tiga anak itu melaju dari utara. Sesampai di sekitar SPBU Ketapang, korban dipepet seorang pria tak dikenal yang mengendara motor protolan. “Orang itu bilang ke ibu saya, tak lakoh ta (tidak bekerja tah),” ujar Desi.

Saat korban menoleh, pelaku langsung menarik paksa kalungnya. Serta, langsung kabur ke selatan dengan kecepatan tinggi. “Leher ibu sampai merah. Saat pelaku memasukkan kalung ke kantongnya, mainan kalungnya sempat terjatuh. Namun, saat dicari oleh ibu tidak ketemu,” ujarnya.

Melihat kalungnya dijambret, Sawati berupaya mengejarnya sembari meneriakinya jambret. Saat itulah, upaya Sawati diketahui anak pertamanya, Muhammad Sidik, 29, yang hendak berangkat kerja. Menggunakan mobil milik temannya, Sidik berusaha mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur setelah masuk Jalan Bendi.

“Suami saya (Sidik) mau berangkat kerja nunggu bus karyawan. Karena busnya tidak datang, akhirnya menghubungi temannya yang membawa mobil. Saat temannya datang, suami saya melihat ibu dijambret, akhirnya langsung pinjam mobil temannya untuk mengejarnya. Sampai terminal, pelaku masuk jalan Bendi dan berhasil kabur,” jelas Desi.

Menurutnya, aksi serupa di lokasi yang sama pernah terjadi dua bulan lalu. Karenanya, ia menduga pelaku merupakan orang yang sama. “Dua bulan lalu juga sama kejadian, jamnya dan lokasi pejambretannya. Sepertinya ini pelaku yang sama,” ujar Desi.

Namun, meski kehilangan kalung emas seberat 10 gram, Desi mengatakan, ibunya tidak melaporkannya ke kepolisian. Benar saja, ketika dicek di Polsek Kademangan, tidak ada laporan masuk. “Untuk kejadian pagi itu belum ada laporan masuk. Namun, ke depan kami akan intensifkan pengawasan, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujar Kapolsek Kademangan, AKP Sumardjo. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/