Todongkan Pisau, 2 Remaja asal Bangil Ini Bawa Kabur 4 HP    

BEJI, Radar Bromo–Usia dua bocah asal Kelurahan Pogar dan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, ini masih sangat muda. Namun, mereka berani melakukan penodongan dan merampas handphone orang lain.

Aksi itu terjadi Rabu (22/1) malam. Ketika mereka tengah berteduh dari hujan. Namun, belum sempat menikmati hasil rampasan, keduanya berhasil ditangkap. Dua bocah nakal itu diketahui berinisial KR, 14, asal Pogar, Bangil dan MFA, 16, warga Kiduldalem, Kecamatan Bangil.

Kanitreskrim Polsek Beji Iptu Tatok menguraikan, keduanya melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan sekitar pukul 19.30. Korbannya warga Perum Wahyu Taman Sarirogo, Desa Sumput, Kecamatan/ Kabupaten Sidoarjo.

Ketika itu, korban bersama temannya sedang berteduh di depan rumah makan Pak Kasan, Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji. Saat tengah menunggu hujan reda itu, tiba-tiba dua pelaku datang menghampiri.

Pelaku kemudian mengajak korban dan temannya untuk minum-minuman keras. Namun, korban menolak. “Tidak selang lama, kedua pelaku kemudian mengancam korban dan temannya dengan menggunakan senjata tajam, berupa pisau,” jelas Tatok.

Mereka kemudian mengambil tas milik korban. Di dalamnya ada empat handphone milik korban yang diembat. Selain handphone jenis Xiomi Redmi 6A, kedua tersangka juga mengambil handphone Vivo Y 91, Vivo Y95, serta handphone merek OPPO yang ada di dalam tas korban. Keduanya kemudian kabur ke arah Gajahbendo, Kecamatan Beji.

Korban yang merugi Rp 6,4 juta, memilih untuk mengadukan apa yang menimpanya itu ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kemudian melakukan pengejaran. Hingga sampai di sebuah warnet yang ada di Gajahbendo, Kecamatan Beji. Di situlah, dua tersangka akhirnya berhasil diciduk. “Kami melakukan pengejaran dan mendapati keduanya sedang bermain di warnet,” sambungnya.

Keduanya kemudian dikeler ke Mapolsek Beji untuk dimintai keterangan. Dari introgasi yang dilakukan petugas, dua bocah yang tak tamat SMP ini membenarkan adanya aksi yang telah mereka lakukan. Gara-gara aksi jahat itulah, mereka dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancamannya bisa 9 tahun penjara.  (one/mie)