alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Diparkir di Depan Rumah, Motor Honda Beat Warga Mayangan Dicuri

MAYANGAN, Radar Bromo – Aksi pencurian motor kembali terjadi di Kota Probolinggo. Jumat (22/10) dini hari, motor Honda Vario bernopol N 5397 MT warna hitam milik Muhammad Hasan, 29, dicuri. Akibatnya, warga Jl Ikan Belanak, RT 3/RW 5, Kelurahan/Kecamatan Mayangan merugi Rp 17 Juta.

Saat ditemui di rumahnya, pria yang akrab disapa Hasan mengatakan, motornya diketahui hilang pukul 04.45. “Pukul setengah 4 itu motornya sudah tidak ada. Tapi pihak keluarga mengira saya keluar rumah. Saat itu ibu mertua saya salat di musala seperti biasanya. Usai salat baru tanya ke istri saya, saya ke mana. Istri saya bilang ada di dalam kamar tidur dengan anak. Nah, dari sana baru ketahuan jika dimaling. Soalnya kontaknya masih ada di kamar,” terang Hasan.

Mengetahui motornya hilang, ia pun berusaha untuk mencarinya. Lewat media sosial dan juga kerabatnya. Namun hingga pukul 12.00 tak ada kabar. “Sudah berusaha dicari tapi belum ketemu. Rencananya hari ini saya mau laporan ke Polsek Mayangan,” katanya.

Sebelum hilang, beberapa waktu lalu ia merasa ada hal yang kurang pas di hati. Sebab saban harinya motornya diparkir bersama dengan lima motor lainnya di depan rumahnya. Sementara di depan rumahnya tidak ada pagar. Meski terhimpit oleh musala, namun akses rumahnya langsung mengarah ke JLU. Sehingga dari jalan raya akan nampak jika ada motor. Oleh karenanya ia hendak memasang pagar.

“Rencananya pagar mau dipasang. Tapi tukangnya sakit. Makanya belum bisa memasang,” terangnya sembari menunjukkan pagar yang belum terpasang, Jumat (22/10) siang.

Ia juga heran, mengapa motor yang dipilih adalah motor miliknya. Sebab jika melihat lokasi parkirnya, di belakang motornya juga terparkir motor saudaranya yang jenisnya sama. Hanya tahunya lebih tua dua hingga tahun. “Mungkin jika dijual lebih mahal milik saya, jadi meski lebih sulit, tetap ambil motor saya,” beber Hasan.

Sementara itu, Kapolsek Mayangan Kompol Eko Hari S menerangkan bahwa hingga pukul 18.00 belum ada laporan yang masuk. Sehingga ia pun belum bisa berkata banyak. “Belum ada laporan. Harusnya langsung lapor saja. Yang jelas jika laporan tetap akan diterima dan ditindaklanjuti,” katanya. (rpd/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Aksi pencurian motor kembali terjadi di Kota Probolinggo. Jumat (22/10) dini hari, motor Honda Vario bernopol N 5397 MT warna hitam milik Muhammad Hasan, 29, dicuri. Akibatnya, warga Jl Ikan Belanak, RT 3/RW 5, Kelurahan/Kecamatan Mayangan merugi Rp 17 Juta.

Saat ditemui di rumahnya, pria yang akrab disapa Hasan mengatakan, motornya diketahui hilang pukul 04.45. “Pukul setengah 4 itu motornya sudah tidak ada. Tapi pihak keluarga mengira saya keluar rumah. Saat itu ibu mertua saya salat di musala seperti biasanya. Usai salat baru tanya ke istri saya, saya ke mana. Istri saya bilang ada di dalam kamar tidur dengan anak. Nah, dari sana baru ketahuan jika dimaling. Soalnya kontaknya masih ada di kamar,” terang Hasan.

Mengetahui motornya hilang, ia pun berusaha untuk mencarinya. Lewat media sosial dan juga kerabatnya. Namun hingga pukul 12.00 tak ada kabar. “Sudah berusaha dicari tapi belum ketemu. Rencananya hari ini saya mau laporan ke Polsek Mayangan,” katanya.

Sebelum hilang, beberapa waktu lalu ia merasa ada hal yang kurang pas di hati. Sebab saban harinya motornya diparkir bersama dengan lima motor lainnya di depan rumahnya. Sementara di depan rumahnya tidak ada pagar. Meski terhimpit oleh musala, namun akses rumahnya langsung mengarah ke JLU. Sehingga dari jalan raya akan nampak jika ada motor. Oleh karenanya ia hendak memasang pagar.

“Rencananya pagar mau dipasang. Tapi tukangnya sakit. Makanya belum bisa memasang,” terangnya sembari menunjukkan pagar yang belum terpasang, Jumat (22/10) siang.

Ia juga heran, mengapa motor yang dipilih adalah motor miliknya. Sebab jika melihat lokasi parkirnya, di belakang motornya juga terparkir motor saudaranya yang jenisnya sama. Hanya tahunya lebih tua dua hingga tahun. “Mungkin jika dijual lebih mahal milik saya, jadi meski lebih sulit, tetap ambil motor saya,” beber Hasan.

Sementara itu, Kapolsek Mayangan Kompol Eko Hari S menerangkan bahwa hingga pukul 18.00 belum ada laporan yang masuk. Sehingga ia pun belum bisa berkata banyak. “Belum ada laporan. Harusnya langsung lapor saja. Yang jelas jika laporan tetap akan diterima dan ditindaklanjuti,” katanya. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/