alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Gagal Nyolong, Warga Pohsangit Nyaris Tewas Dimassa

WONOASIH, Radar Bromo – Sudah beberapa kali petani di Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo kehilangan pompa air di sawah mereka. Karena itu, saat Hadi (bukan nama sebenarnya) ketahuan nyolong pompa air di sawah, warga sekitar pun memukuli lelaki 41 tahun itu. Hadi bahkan nyaris tewas.

Aksi itu terjadi Jumat (22/7) malam di Kelurahan Kedunggaleng. Yang dicuri adalah pompa air milik Didik Wijaya, 31, warga RT 4/RW 1, Kelurahan Kedunggaleng.

Saat itu menurut Didik dia sedang di rumah. Baru saja pulang mengantar ayahnya ke dokter. Sebagai petani, Didik memiliki pompa air yang diletakkan sekitar 100 meter dari rumahnya. Pompa air itu saat ini dia pakai untuk mengairi kebun jagung miliknya.

Karena letaknya dekat dengan rumah, Didik pun dapat melihat dan memantau pompa air itu dengan jelas. Termasuk saat tiba-tiba dia melihat Hadi sedang bersikap mencurigakan di sekitar kebun jagung miliknya.

“Sekitar pukul 20.20 saat habis ngantar bapak ke dokter, saya melihat ada orang yang mencurigakan di dekat pompa air. Awalnya saya kira orang itu mau mancing. Sebab di samping lahan jagung saya memang ada sungai yang biasa dipakai mancing,” katanya, Sabtu (23/7) pagi.

Didik pun mendekati lelaki mencurigakan itu. Tak disangka, ternyata saat itu Hadi sedang membuka mesin pompa air miliknya dengan menggunakan kunci. Hadi yang sadar aksinya diketahui pemilik pompa air, langsung kabur ke arah utara.

Didik pun berusaha mengejar pelaku, namun tidak nututi. Pelaku telanjur kabur dengan cepat. Tak terima pelaku kabur begitu saja, Didik spontan berteriak maling. “Maling, maling,” katanya.

WONOASIH, Radar Bromo – Sudah beberapa kali petani di Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo kehilangan pompa air di sawah mereka. Karena itu, saat Hadi (bukan nama sebenarnya) ketahuan nyolong pompa air di sawah, warga sekitar pun memukuli lelaki 41 tahun itu. Hadi bahkan nyaris tewas.

Aksi itu terjadi Jumat (22/7) malam di Kelurahan Kedunggaleng. Yang dicuri adalah pompa air milik Didik Wijaya, 31, warga RT 4/RW 1, Kelurahan Kedunggaleng.

Saat itu menurut Didik dia sedang di rumah. Baru saja pulang mengantar ayahnya ke dokter. Sebagai petani, Didik memiliki pompa air yang diletakkan sekitar 100 meter dari rumahnya. Pompa air itu saat ini dia pakai untuk mengairi kebun jagung miliknya.

Karena letaknya dekat dengan rumah, Didik pun dapat melihat dan memantau pompa air itu dengan jelas. Termasuk saat tiba-tiba dia melihat Hadi sedang bersikap mencurigakan di sekitar kebun jagung miliknya.

“Sekitar pukul 20.20 saat habis ngantar bapak ke dokter, saya melihat ada orang yang mencurigakan di dekat pompa air. Awalnya saya kira orang itu mau mancing. Sebab di samping lahan jagung saya memang ada sungai yang biasa dipakai mancing,” katanya, Sabtu (23/7) pagi.

Didik pun mendekati lelaki mencurigakan itu. Tak disangka, ternyata saat itu Hadi sedang membuka mesin pompa air miliknya dengan menggunakan kunci. Hadi yang sadar aksinya diketahui pemilik pompa air, langsung kabur ke arah utara.

Didik pun berusaha mengejar pelaku, namun tidak nututi. Pelaku telanjur kabur dengan cepat. Tak terima pelaku kabur begitu saja, Didik spontan berteriak maling. “Maling, maling,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/