alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Cari Kenalan di Sosmed, Siswi SMA Ini Malah Dituding Tawarkan Video Call Sex, Akhirnya Melapor Polisi

MAYANGAN, Radar Bromo – Dipermalukan melalui media sosial, seorang pelajar SMA berinisial SH, 17, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, melaporkan ke Polres Probolinggo Kota. Ia melaporkan pemilik akun media sosial yang menyebutkannya menawarkan layanan video call sex (VCS)

Sejatinya, SH sudah melapor pada Minggu (21/6). Namun, remaja perempuan ini diminta kembali ke Mapolres Probolinggo Kota dan membuat surat aduan. Senin (22/6) lalu, dia didampingi pamannya kembali ke Mapolres.

SH mengatakan, semua ini berawal ketika dirinya mencari kenalan di salah satu grup media sosial dengan menampilkan nomor handphone. Kemudian, dia berkenalan dengan adik dari pemilik akun yang dilaporkan.

“Adik dari pemilik akun kemudian melakukan video call dan direkam. Ternyata rekaman itu disebarkan di media sosial. Saya kemudian membalas dengan menyebarkan foto orang itu. Kakaknya tidak menerima adiknya saya viralkan,” ujarnya.

CARI KEADILAN: SH didampingi pamannya Agus Sugianto melaporkan pemilik akun media sosial yang menyebutnya menyediakan layanan VCS ke Polres Probolinggo Kota. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemilik akun yang dilaporkan ini pun memviralkan video call yang direkam berikut identitas SH. Bahkan, dengan caption seolah-olah SH menawarkan VCS. “Dalam pengakuannya, pemilik akun itu mengaku dari Jakarta. Karena posting-an itu saya malu. Tetangga, teman sekolah, guru, tahu adanya posting-an ini. Saya merasa dijebak, karena tiba-tiba dilakukan video call,” ujarnya.

Dengan adanya posting-an itu, SH mengaku tertekan karena menjadi bahan omongan tetangganya. Seolah-olah dia menawarkan VCS, padahal tidak. “Saya hanya cari kenalan saja. Tidak lebih dari itu. Bahkan, ketika saya ancam melaporkan ke polisi, dia malah menantang polisi mana yang kamu bawa,” jelasnya.

Agus Sugianto, paman SH mengatakan, video posting-an itu muncul sejak dua hari lalu. Keponakannya mengadu padanya karena posting-an itu mencemarkan nama baiknya. “Dengan tuduhan melakukan VCS, padahal ponakan saya tidak seperti itu. Video ini membuat namanya tercemar di kalangan tetangga dan tertekan. Kami berharap dengan melaporkan ke polisi, pihak kepolisian bisa mengusut pelakunya,” ujarnya.

Agus menjelaskan, Minggu malam dia dan keponakan sudah melapor ke SPKT Polres Probolinggo Kota. Namun, petugas menyarankan untuk kembali melapor dengan membuat surat pengaduan. “Kemarin memang tidak mendapat surat tanda laporan, karena yang kami laporkan ini sifatnya delik aduan. Kami diminta membuat surat delik aduan, nanti akan ditindaklanjuti di Unit PPA (Perlindungan Anak dan Perempuan),” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, kasus ini berupa delik aduan. “Jika dilaporkan, secara otomatis masuk dalam unit PPA untuk tindaklanjuti,” ujarnya. (put/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Dipermalukan melalui media sosial, seorang pelajar SMA berinisial SH, 17, warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, melaporkan ke Polres Probolinggo Kota. Ia melaporkan pemilik akun media sosial yang menyebutkannya menawarkan layanan video call sex (VCS)

Sejatinya, SH sudah melapor pada Minggu (21/6). Namun, remaja perempuan ini diminta kembali ke Mapolres Probolinggo Kota dan membuat surat aduan. Senin (22/6) lalu, dia didampingi pamannya kembali ke Mapolres.

SH mengatakan, semua ini berawal ketika dirinya mencari kenalan di salah satu grup media sosial dengan menampilkan nomor handphone. Kemudian, dia berkenalan dengan adik dari pemilik akun yang dilaporkan.

“Adik dari pemilik akun kemudian melakukan video call dan direkam. Ternyata rekaman itu disebarkan di media sosial. Saya kemudian membalas dengan menyebarkan foto orang itu. Kakaknya tidak menerima adiknya saya viralkan,” ujarnya.

CARI KEADILAN: SH didampingi pamannya Agus Sugianto melaporkan pemilik akun media sosial yang menyebutnya menyediakan layanan VCS ke Polres Probolinggo Kota. (Foto: Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemilik akun yang dilaporkan ini pun memviralkan video call yang direkam berikut identitas SH. Bahkan, dengan caption seolah-olah SH menawarkan VCS. “Dalam pengakuannya, pemilik akun itu mengaku dari Jakarta. Karena posting-an itu saya malu. Tetangga, teman sekolah, guru, tahu adanya posting-an ini. Saya merasa dijebak, karena tiba-tiba dilakukan video call,” ujarnya.

Dengan adanya posting-an itu, SH mengaku tertekan karena menjadi bahan omongan tetangganya. Seolah-olah dia menawarkan VCS, padahal tidak. “Saya hanya cari kenalan saja. Tidak lebih dari itu. Bahkan, ketika saya ancam melaporkan ke polisi, dia malah menantang polisi mana yang kamu bawa,” jelasnya.

Agus Sugianto, paman SH mengatakan, video posting-an itu muncul sejak dua hari lalu. Keponakannya mengadu padanya karena posting-an itu mencemarkan nama baiknya. “Dengan tuduhan melakukan VCS, padahal ponakan saya tidak seperti itu. Video ini membuat namanya tercemar di kalangan tetangga dan tertekan. Kami berharap dengan melaporkan ke polisi, pihak kepolisian bisa mengusut pelakunya,” ujarnya.

Agus menjelaskan, Minggu malam dia dan keponakan sudah melapor ke SPKT Polres Probolinggo Kota. Namun, petugas menyarankan untuk kembali melapor dengan membuat surat pengaduan. “Kemarin memang tidak mendapat surat tanda laporan, karena yang kami laporkan ini sifatnya delik aduan. Kami diminta membuat surat delik aduan, nanti akan ditindaklanjuti di Unit PPA (Perlindungan Anak dan Perempuan),” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, kasus ini berupa delik aduan. “Jika dilaporkan, secara otomatis masuk dalam unit PPA untuk tindaklanjuti,” ujarnya. (put/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/