alexametrics
31.6 C
Probolinggo
Tuesday, 9 August 2022

Polresta Probolinggo Akhirnya Tangguhkan Penahanan Penemu HP

PROBOLINGGO – Penyidik Polres Probolinggo Kota (Polresta) akhirnya menangguhkan penahanan Khoirun Ruman. Namun, belum jelas sampai kapan penangguhan itu diberlakukan.

Penahanan terhadap penemu HP milik Ruhaimah, itu ditangguhkan sejak Selasa (21/5) siang. Salah satu pertimbangannya, menurut Kapolres Probolinggo Kota AKPB Alfian Nurrizal, karena pemilik HP sudah memaafkan Khoirun. Di sisi lain, Khoirun adalah tulang punggung keluarga yang harus menghidupi istri dan tiga anak.

Dijelaskan Kapolresta, kasus yang melilit Khoirun sebenarnya memenuhi unsur telah melanggar hak kepemilikan. Salah satu buktinya, Khoirun tidak mengangkat telepon dari pemilik HP serta berupaya memiliki HP Oppo A3S dengan cara me-refresh dan me-restart HP ke konter.

“HP yang ditemukan itu di-refresh ke konter dan diisi game untuk anaknya. Sebab, anaknya yang bungsu, suka bermain game di HP tersebut,” terangnya saat dijumpai di kantornya.

“Kami menangguhkan penahanan terhadap Khoirun, namun prosesnya tetap berlangsung. Sebab, kasus ini bukan masuk dalam delik aduan. Jadi, proses hukumnya tetap berjalan,” terangnya.

Kapolresta pun berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi orang lain. Agar tidak mudah berniat memiliki hak orang lain.

“Ibu Ruhaimah sudah memaafkan Khoirun. Namun, dia yang kini di-bully netizen. Padahal, Ibu Ruhaimah ini hanya melaporkan kehilangan dan ingin ponselnya kembali,” tambahnya.

Ruhaimah sendiri mengucapkan terima kasih banyak pada Polresta. Saat ditemui di sebuah ruangan di Mapolresta, dia juga menyatakan sudah memaafkan Khoirun. Bahkan, dia ingin Khoirun dibebaskan. Sebab, HP-nya sudah kembali. “Saya terima kasih banyak pada Kapolresta, saya juga sudah memaafkan (Khoirun),” beber Ruhaimah sambil menangis.

Khoirun sendiri mengakui, dirinya salah dan meminta maaf atas kejadian tersebut. “Saya minta maaf karena sudah punya niatan memiliki HP temuan saya,” katanya.

Begitu penangguhan penahanan dilakukan, Khoirun diantar pulang dengan menggunakan mobil anggota. Beberapa saat kemudian, Kapolresta tiba di rumah Khoirun. Dia memberikan hadiah sebuah handphone untuk anak bungsu Khoirun.

Khoirun sendiri, ditahan polisi sejak Rabu (15/5). Sebab, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu menggunakan ponsel yang bukan miliknya.

Kasus ini sempat ramai. Sebab, Supia, 38, istri Khoirun menyebutkan, petugas kepolisian meminta uang Rp 15 juta untuk membebaskan suaminya. Walau akhirnya Supia mengakui, dirinya salah persepsi. (rpd/hn)

PROBOLINGGO – Penyidik Polres Probolinggo Kota (Polresta) akhirnya menangguhkan penahanan Khoirun Ruman. Namun, belum jelas sampai kapan penangguhan itu diberlakukan.

Penahanan terhadap penemu HP milik Ruhaimah, itu ditangguhkan sejak Selasa (21/5) siang. Salah satu pertimbangannya, menurut Kapolres Probolinggo Kota AKPB Alfian Nurrizal, karena pemilik HP sudah memaafkan Khoirun. Di sisi lain, Khoirun adalah tulang punggung keluarga yang harus menghidupi istri dan tiga anak.

Dijelaskan Kapolresta, kasus yang melilit Khoirun sebenarnya memenuhi unsur telah melanggar hak kepemilikan. Salah satu buktinya, Khoirun tidak mengangkat telepon dari pemilik HP serta berupaya memiliki HP Oppo A3S dengan cara me-refresh dan me-restart HP ke konter.

“HP yang ditemukan itu di-refresh ke konter dan diisi game untuk anaknya. Sebab, anaknya yang bungsu, suka bermain game di HP tersebut,” terangnya saat dijumpai di kantornya.

“Kami menangguhkan penahanan terhadap Khoirun, namun prosesnya tetap berlangsung. Sebab, kasus ini bukan masuk dalam delik aduan. Jadi, proses hukumnya tetap berjalan,” terangnya.

Kapolresta pun berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi orang lain. Agar tidak mudah berniat memiliki hak orang lain.

“Ibu Ruhaimah sudah memaafkan Khoirun. Namun, dia yang kini di-bully netizen. Padahal, Ibu Ruhaimah ini hanya melaporkan kehilangan dan ingin ponselnya kembali,” tambahnya.

Ruhaimah sendiri mengucapkan terima kasih banyak pada Polresta. Saat ditemui di sebuah ruangan di Mapolresta, dia juga menyatakan sudah memaafkan Khoirun. Bahkan, dia ingin Khoirun dibebaskan. Sebab, HP-nya sudah kembali. “Saya terima kasih banyak pada Kapolresta, saya juga sudah memaafkan (Khoirun),” beber Ruhaimah sambil menangis.

Khoirun sendiri mengakui, dirinya salah dan meminta maaf atas kejadian tersebut. “Saya minta maaf karena sudah punya niatan memiliki HP temuan saya,” katanya.

Begitu penangguhan penahanan dilakukan, Khoirun diantar pulang dengan menggunakan mobil anggota. Beberapa saat kemudian, Kapolresta tiba di rumah Khoirun. Dia memberikan hadiah sebuah handphone untuk anak bungsu Khoirun.

Khoirun sendiri, ditahan polisi sejak Rabu (15/5). Sebab, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu menggunakan ponsel yang bukan miliknya.

Kasus ini sempat ramai. Sebab, Supia, 38, istri Khoirun menyebutkan, petugas kepolisian meminta uang Rp 15 juta untuk membebaskan suaminya. Walau akhirnya Supia mengakui, dirinya salah persepsi. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/