alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Praperadilan Eks Kepala UPT Pasar Probolinggo Mulai Disidang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo– Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo menggelar sidang perdana praperadilan yang diajukan M. Arif Billah. Kamis (22/4), sidang digelar dengan agenda pembacaan gugatan praperadilan dari pemohon. Ternyata, dalam persidangan jaksa yang tidak membawa surat kuasa.

Sidang yang berlangsung sekitar 40 menit, terhitung mulai pukul 12.11 itu dipimpin oleh Sylvia Yudhiastika. Kuasa hukum Arif, SW Djando Gadohoka menyayangkan jaksa yang tidak membawa surat kuasa meski sudah membawa surat tugas.

“Tadi, oleh hakim juga telah diterangkan, sesuai hukum acara, jika beracara di pengadilan harus mengikuti aturan pengadilan. Salah satunya membawa surat kuasa. Sebetulnya ketika jaksa tidak memiliki surat kuasa, kami bisa saja menolak. Namun, kami berikan toleransi. Sebab, hal itu bukan bagian inti perkara juga,” ujarnya.

Dalam persidangan Djando menerangkan, penangkapan terhadap kliennya menyalahi prosedur. Karenanya, pihaknya memohon klienya kini ditahan di Lapas Kelas IIB Probolinggo, dilepaskan. Gugatan ini, diagendakan akan dijawab oleh kejaksaan dalam persidangan hari ini (23/4). Rencananya, sidang akan digelar mulai pukul 09.00.

Jaksa yang menghadiri persidangan meminta Jawa Pos Radar Bromo menghubungi Kasi Intel Benny Bryandono. Menurutnya, untuk keperluan wawancara jadi satu pintu di kasi Intel yang juga Humas Kejaksaan. “Yang jelas untuk masalah surat kuasa, ibarat main bola, kan perlu strategi dan taktik,” ujarnya, sembari keluar dari ruang persidangan.

Terkait surat kuasa, Benny mengaku masih akan mengonfirmasi jaksa yang bertugas. “Nanti saya konfirmasi lagi ke jaksanya,” ujarnya. Namun, sampai berita ini ditulis tadi malam, Benny belum berhasil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Diketahui, Kejari Probolinggo menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi retribusi Pasar Wonoasih dan penjualan bedak di Pasar Kronong. Keduanya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Probolinggo. Yakni, M. Arif Billah dan Didik Djoko Winarno alias Didik Tambeng. Kubu Arif menyebut, ada kesalahan prosedur dalam penangkapannya. Karenanya, melalui penasihat hukumnya, ia mengajukan praperadilan. (rpd/rud)

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo– Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo menggelar sidang perdana praperadilan yang diajukan M. Arif Billah. Kamis (22/4), sidang digelar dengan agenda pembacaan gugatan praperadilan dari pemohon. Ternyata, dalam persidangan jaksa yang tidak membawa surat kuasa.

Sidang yang berlangsung sekitar 40 menit, terhitung mulai pukul 12.11 itu dipimpin oleh Sylvia Yudhiastika. Kuasa hukum Arif, SW Djando Gadohoka menyayangkan jaksa yang tidak membawa surat kuasa meski sudah membawa surat tugas.

“Tadi, oleh hakim juga telah diterangkan, sesuai hukum acara, jika beracara di pengadilan harus mengikuti aturan pengadilan. Salah satunya membawa surat kuasa. Sebetulnya ketika jaksa tidak memiliki surat kuasa, kami bisa saja menolak. Namun, kami berikan toleransi. Sebab, hal itu bukan bagian inti perkara juga,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Dalam persidangan Djando menerangkan, penangkapan terhadap kliennya menyalahi prosedur. Karenanya, pihaknya memohon klienya kini ditahan di Lapas Kelas IIB Probolinggo, dilepaskan. Gugatan ini, diagendakan akan dijawab oleh kejaksaan dalam persidangan hari ini (23/4). Rencananya, sidang akan digelar mulai pukul 09.00.

Jaksa yang menghadiri persidangan meminta Jawa Pos Radar Bromo menghubungi Kasi Intel Benny Bryandono. Menurutnya, untuk keperluan wawancara jadi satu pintu di kasi Intel yang juga Humas Kejaksaan. “Yang jelas untuk masalah surat kuasa, ibarat main bola, kan perlu strategi dan taktik,” ujarnya, sembari keluar dari ruang persidangan.

Terkait surat kuasa, Benny mengaku masih akan mengonfirmasi jaksa yang bertugas. “Nanti saya konfirmasi lagi ke jaksanya,” ujarnya. Namun, sampai berita ini ditulis tadi malam, Benny belum berhasil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Diketahui, Kejari Probolinggo menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi retribusi Pasar Wonoasih dan penjualan bedak di Pasar Kronong. Keduanya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Probolinggo. Yakni, M. Arif Billah dan Didik Djoko Winarno alias Didik Tambeng. Kubu Arif menyebut, ada kesalahan prosedur dalam penangkapannya. Karenanya, melalui penasihat hukumnya, ia mengajukan praperadilan. (rpd/rud)

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2