alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Amankan 21 Ribu Pil Koplo dari Sembilan Tersangka

PAJARAKAN, Radar Bromo – Peredaran pil koplo menjadi atensi serius Polres Probolinggo. Sebab peredarannya begitu masif menyasar pada remaja dan pemuda. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Polres Probolinggo berhasil menyita 21.494 butir Pil Koplo.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Probolinggo Iptu Sudaryanto mengatakan, pihaknya memang getol memburu pengedar pil yang semestinya memiliki izin edar khusus tersebut. Tidak heran saat mengantongi informasi perihal peredaran pil, timnya langsung memburu pelaku sampai tertangkap.

“Pil koplo ini sangat berbahaya. Harganya cukup ekonomis. Sehingga siapapun bisa membelinya. Bahkan target pengedaran memang menyasar pada remaja dan pemuda,” katanya, Selasa (22/2).

Dari operasi dan ungkap kasus yang dilakukan Satreskoba, kurun waktu dua bulan setidaknya 21.494 butir pil berhasil diamankan. Terdiri dari 12.358 butir pil jenis Trihexipenidily dan sebanyak 9.136 butir pil jenis Dextromethorphan. Puluhan ribu pil tersebut diamankan dari sembilan tersangka.

Di antaranya Muhammad Ivan Romadhoni, 23, warga Sindetlami, Kecamatan Besuk; Ahmad, 33, Desa Randujalak, Kecamatan Besuk; Doddy Dwimarta, 26, warga Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan; Saiful Bahri, 39, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan; Mohammad Anwari, 25, warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar; Andika Permana Putra, 33, warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar; Muammar Khadafi, 25, warga Desa Pegalangan Kidul, Kecamatan Banyuanyar; Udin Saputra, 42, warga Desa Alas Tengah, Kecamatan Besuk dan Irwan Wahyudi, 31, warga Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan.

PAJARAKAN, Radar Bromo – Peredaran pil koplo menjadi atensi serius Polres Probolinggo. Sebab peredarannya begitu masif menyasar pada remaja dan pemuda. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Polres Probolinggo berhasil menyita 21.494 butir Pil Koplo.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Probolinggo Iptu Sudaryanto mengatakan, pihaknya memang getol memburu pengedar pil yang semestinya memiliki izin edar khusus tersebut. Tidak heran saat mengantongi informasi perihal peredaran pil, timnya langsung memburu pelaku sampai tertangkap.

“Pil koplo ini sangat berbahaya. Harganya cukup ekonomis. Sehingga siapapun bisa membelinya. Bahkan target pengedaran memang menyasar pada remaja dan pemuda,” katanya, Selasa (22/2).

Dari operasi dan ungkap kasus yang dilakukan Satreskoba, kurun waktu dua bulan setidaknya 21.494 butir pil berhasil diamankan. Terdiri dari 12.358 butir pil jenis Trihexipenidily dan sebanyak 9.136 butir pil jenis Dextromethorphan. Puluhan ribu pil tersebut diamankan dari sembilan tersangka.

Di antaranya Muhammad Ivan Romadhoni, 23, warga Sindetlami, Kecamatan Besuk; Ahmad, 33, Desa Randujalak, Kecamatan Besuk; Doddy Dwimarta, 26, warga Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan; Saiful Bahri, 39, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan; Mohammad Anwari, 25, warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar; Andika Permana Putra, 33, warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar; Muammar Khadafi, 25, warga Desa Pegalangan Kidul, Kecamatan Banyuanyar; Udin Saputra, 42, warga Desa Alas Tengah, Kecamatan Besuk dan Irwan Wahyudi, 31, warga Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/