alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Edarkan Upal di Pasuruan, Pasutri Siri asal Tumpang Malang Dibekuk

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TUTUR, Radar Bromo – Pasangan suami istri (pasutri) nikah siri, Rianto, 40 dan Nur Latifah, 45, asal Malang, kini harus melewati hari-harinya di sel tahanan Mapolsek Nongkojajar. Keduanya ditangkap lantaran terlibat kasus uang palsu.

Mereka tepergok menggunakan uang palsu untuk belanja sembako. Korbannya adalah Saiful Rohman, warga Dusun Grontol, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur.

Aksi itu terjadi Rabu pekan lalu (17/2) sekitar pukul 09.00. Saat itu kedua pelaku berpura-pura membeli paket sembako di toko peracangan milik korban, di tepi jalan. Mereka belanja 80 kilogram beras, gula, dan beberapa bungkus rokok dengan total belanja senilai Rp 1 juta.

Pelaku membayar ke korban kala itu menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar. Setelah itu, keluar dan pergi meninggalkan lokasi menuju arah Kabupaten Malang.

“Korban sempat curiga. Usai diperiksa, ternyata uang pecahan Rp 50 ribu total Rp 1 juta dibayarkan pelaku untuk belanja sembako itu, ternyata palsu. Sempat dikejar, di tengah perjalanan korban kehilangan jejak,” terang Kanitreskrim Polsek Nongkojajar Aipda Akhdian Pramono.

Pasca kejadian tersebut, korban akhirnya memutuskan melaporkannya ke Mapolsek Nongkojajar. Dari laporan itu, polisi pun melakukan penyelidikan.

Akhirnya, kedua pelaku berhasil ditangkap dan diamankan Buser polsek setempat, Jumatnya (19/2) di Desa Slampar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 20 lembar mata uang rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu, empat karung beras, satu pak rokok, lima kilogram gula pasir, dan satu unit mobil Daihatsu Sigra nopol N 1012 FA.

“Niatan korban dari awal memang untuk mengedarkan uang palsu. Modusnya, pura-pura belanja sembako ke toko peracangan. Dapat barang uang palsunya dari BM, pelaku lainnya kini DPO asal Probolinggo,” beber Akhdian Pramono.

Kini, kasusnya masih didalami Unit Reskrim Polsek Nongkojajar. Menginggat locus atau tempat kejadian perkaranya berada di wilayah Kecamatan Tutur.

“Atas perbuatannya, kedua korban pasutri nikah siri tersebut dijerat dengan pasal 36 ayat 3 UU 7/2011 tentang Mata Uang,” jelasnya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

TUTUR, Radar Bromo – Pasangan suami istri (pasutri) nikah siri, Rianto, 40 dan Nur Latifah, 45, asal Malang, kini harus melewati hari-harinya di sel tahanan Mapolsek Nongkojajar. Keduanya ditangkap lantaran terlibat kasus uang palsu.

Mereka tepergok menggunakan uang palsu untuk belanja sembako. Korbannya adalah Saiful Rohman, warga Dusun Grontol, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur.

Aksi itu terjadi Rabu pekan lalu (17/2) sekitar pukul 09.00. Saat itu kedua pelaku berpura-pura membeli paket sembako di toko peracangan milik korban, di tepi jalan. Mereka belanja 80 kilogram beras, gula, dan beberapa bungkus rokok dengan total belanja senilai Rp 1 juta.

Mobile_AP_Half Page

Pelaku membayar ke korban kala itu menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar. Setelah itu, keluar dan pergi meninggalkan lokasi menuju arah Kabupaten Malang.

“Korban sempat curiga. Usai diperiksa, ternyata uang pecahan Rp 50 ribu total Rp 1 juta dibayarkan pelaku untuk belanja sembako itu, ternyata palsu. Sempat dikejar, di tengah perjalanan korban kehilangan jejak,” terang Kanitreskrim Polsek Nongkojajar Aipda Akhdian Pramono.

Pasca kejadian tersebut, korban akhirnya memutuskan melaporkannya ke Mapolsek Nongkojajar. Dari laporan itu, polisi pun melakukan penyelidikan.

Akhirnya, kedua pelaku berhasil ditangkap dan diamankan Buser polsek setempat, Jumatnya (19/2) di Desa Slampar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 20 lembar mata uang rupiah palsu pecahan Rp 50 ribu, empat karung beras, satu pak rokok, lima kilogram gula pasir, dan satu unit mobil Daihatsu Sigra nopol N 1012 FA.

“Niatan korban dari awal memang untuk mengedarkan uang palsu. Modusnya, pura-pura belanja sembako ke toko peracangan. Dapat barang uang palsunya dari BM, pelaku lainnya kini DPO asal Probolinggo,” beber Akhdian Pramono.

Kini, kasusnya masih didalami Unit Reskrim Polsek Nongkojajar. Menginggat locus atau tempat kejadian perkaranya berada di wilayah Kecamatan Tutur.

“Atas perbuatannya, kedua korban pasutri nikah siri tersebut dijerat dengan pasal 36 ayat 3 UU 7/2011 tentang Mata Uang,” jelasnya. (zal/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2