Hampir Sebulan, Tahanan yang Kabur dari Rutan Bangil Belum Ketemu

BANGIL, Radar Bromo – Sudah hampir sebulan, Sipaul Hadi, 20, berhasil kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Bangil. Sampai Rabu (22/1), upaya perburuannya pun belum membuahkan hasil, meskipun Rutan Bangil telah membuat sayembara.

Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo mengaku, pihaknya sudah berupaya melakukan pencarian. Selain komunikasi dengan pihak kepolisian, Rutan Bangil juga sudah melakukan pendekatan kepada orang tua pelaku.

Namun, kenyataannya pihak keluarga warga binaan kasus pencurian dengan pemberatan itu terkesan menyembunyikan keberadaan tersangka. “Kami masih berusaha untuk melakukan pencarian,” tambahnya.

Menurut Bowo –sapaan Tristiantoro Adi Wibowo-, pihak Rutan telah menjamin keamanan pemuda asal Orobulu, Kecamatan Rembang itu. Sayangnya, pihak keluarga tak banyak membantu.

“Pihak keluarga masih tertutup untuk memberikan informasi keberadaan yang bersangkutan. Meski kami menjamin keamanannya kalau yang bersangkutan menyerahkan diri. Ketimbang nantinya, tim kami baik dari rutan atau kepolisian yang menemukan,” jelasnya.

Ia mengaku masih berusaha melakukan pencarian. Meski pihaknya tak memastikan targetnya. “Yang jelas masih kami upayakan. Kami terus komunikasi dengan kepolisian untuk menangkap yang bersangkutan,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sipaul Hadi kabur dari ruang isolasi Rutan Bangil, Sabtu (4/1). Ia kabur dengan cara memanjat dinding setinggi tiga hingga empat meter. Sampai di bagian plafon, ia kemudian mengaitkan sarung yang telah diubah menjadi tali ke sela-sela papan plafon.

Selanjutnya, ia membakar plafon yang terbuat dari papan kayu, menggunakan gagang sikat gigi. Hingga plafon tersebut terbakar. Pelaku kemudian mendobrak plafon hingga patah. Di atas plafon sebenarnya ada terali besi. Namun, terali itu berhasil direnggangkannya, hingga akhirnya ia berhasil keluar setelah menjebol genting ruang isolasi.

Ia kemudian merayap dari genting ruang isolasi ke ruang kamar blok C 1. Kawat berduri yang mengitari Rutan mampu dilaluinya. Hingga kemudian ia menuju tembok pagar dan keluar ke perkampungan.

Sejak kaburnya pelaku, tim khusus sudah dikerahkan Rutan Bangil. Bahkan, sayembara dengan pemberian hadiah Rp 3 juta diberlakukan kepada siapa yang bisa menemukan Sipaul. Namun, hingga kini pelaku 363 KUHP itu tak kunjung ketemu. (one/mie)