175 Kasus Kriminal-Narkoba di Kota Probolinggo Belum Terungkap

MAYANGAN, Radar Bromo – Kasus kriminal dan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota (Polresta), makin meningkat. Selama 2019, tercatat ada 514 kasus. Jumlah ini lebih banyak 10 kasus dibanding tahun kemarin. Selama 2018, tercatat ada 504 kasus.

Syukur, meski jumlah kasusnya lebih banyak tahun ini, penyelesaiannya juga lebih tinggi. Tahun ini dari 514 kasus yang sudah terungkap mencapai 77,6 persen atau 339 kasus. Tahun kemarin, daro 504 kasus, yang terungkap hanya 64,5 persen atau 262 kasus.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambaryadi Wijaya mengatakan, tahun ini ada 514 kasus. Dari ratusan kasus itu didomisi kasus C-3. Yakni, curas (pencurian dengan kekerasa), curat (pencurian dengan pemberatan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor). “Kami berhasil mengungkap setidaknya 77,6 persen,” ujarnya.

Ambaryadi mentakan, setiap tahun dipastikan akan ada kenaikan jumlah kriminalitas. Ada banyak faktor yang memperngarunginya. “Hal itu wajar. Mengingat ada faktor yang mempengaruhi. Salah satunya pertumbuhan penduduk, faktor ekonomi, dan sosial,” ujarnya.

Namun, kata Ambaryadi, meski tahun ini jumlah kasus yang ditangani instansinya meningkat, hasil ungkapnya juga bertambah. Mencapai 77,6 persen dan tahunn kemarin hanya 64,5 persen.

Demi menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), ia meminta warga Kota Probolinggo dapat merayakan nataru dengan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Serta, tidak menyalakan petasan atau sejenisnya yang dapat membahayakan. Apalagi, sampai menjual dan mengkonsumsi narkotika.

“Rayakan nataru dengan hal yang positif. Seperti doa bersama atau kegiatan sosial. Serta jadilan polisi di lingkungan masing-masing untuk menjaga kondusivitas kamtibmas,” ujarnya. (rpd/rud)