28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Korban Penyekapan-Dijadikan PSK di Tretes Dianiaya saat Mau Kabur

SURABAYA, Radar Surabaya – Ternyata sudah setahun tersangka Dimas Galih Pratikno (DG), 29 dan Rose Nur Afni (RN), 30, menjalankan bisnis perdagangan orang. Para korban yang semuanya perempuan itu dipekerjakan sebagai PSK di dua lokasi.

Dua lokasi itu juga yang digerebek tim Jatanras dan Renakta Polda Jatim pada Senin (14/11) di Kabupaten Pasuruan. Yaitu, di Ruko Gempol 9, Kecamatan Gempol dan Wisma Pesanggrahan Anggrek II di Tretes, Kecamatan Prigen.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, tersangka DG dan RN sebagai mucikari merekrut korban melalui media sosial (medsos) facebook. Modusnya, tersangka menawari pekerjaan pada korban sebagai pemandu lagu. Mereka diiming-imingi dengan gaji puluhan juta rupiah per bulan.

Diiming-imingi Gaji Rp 25 Juta Jadi Purel Warkop, Dijual Jadi PSK di Tretes

“Tersangka menawarkan pekerjaan sebagai pemandu lagu dengan iming-iming gaji Rp 10 juta sampai 25 juta per bulan,” ujar Dirmanto, Senin (21/11).

Baca Juga:  Terimbas PMK, Peternak Sapi asal Kronto Lumbang Nekat Jualan Sabu

Karena tawaran itu, beberapa korban tertarik untuk bekerja. Namun, setelah direkrut mereka tidak hanya dipekerjakan sebagai pemandu lagu. Akan tetapi, juga dijual menjadi PSK kepada para tamu. “Sehingga terjadilah perdagangan orang,” ucapnya.

SURABAYA, Radar Surabaya – Ternyata sudah setahun tersangka Dimas Galih Pratikno (DG), 29 dan Rose Nur Afni (RN), 30, menjalankan bisnis perdagangan orang. Para korban yang semuanya perempuan itu dipekerjakan sebagai PSK di dua lokasi.

Dua lokasi itu juga yang digerebek tim Jatanras dan Renakta Polda Jatim pada Senin (14/11) di Kabupaten Pasuruan. Yaitu, di Ruko Gempol 9, Kecamatan Gempol dan Wisma Pesanggrahan Anggrek II di Tretes, Kecamatan Prigen.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, tersangka DG dan RN sebagai mucikari merekrut korban melalui media sosial (medsos) facebook. Modusnya, tersangka menawari pekerjaan pada korban sebagai pemandu lagu. Mereka diiming-imingi dengan gaji puluhan juta rupiah per bulan.

Diiming-imingi Gaji Rp 25 Juta Jadi Purel Warkop, Dijual Jadi PSK di Tretes

“Tersangka menawarkan pekerjaan sebagai pemandu lagu dengan iming-iming gaji Rp 10 juta sampai 25 juta per bulan,” ujar Dirmanto, Senin (21/11).

Baca Juga:  Jadi Kurir Sabu, Dua Supeltas di Kejapanan Gempol Ditangkap

Karena tawaran itu, beberapa korban tertarik untuk bekerja. Namun, setelah direkrut mereka tidak hanya dipekerjakan sebagai pemandu lagu. Akan tetapi, juga dijual menjadi PSK kepada para tamu. “Sehingga terjadilah perdagangan orang,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru