Terkendala Minimnya Saksi untuk Mengungkap Kasus Begal di Bandaran

begal
BELUM TERUNGKAP: Korban M Kholilurrahman ketika dirawat di Puskesmas Winongan, sebelum dirujuk ke RSUD dr R Soedarsono. Dia dibegal di Desa Bandaran, Selasa (15/8) malam. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN – Sudah empat bulan berlalu, namun aksi pembegalan di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan yang terjadi pertengahan Agustus lalu belum juga terungkap. Pihak kepolisian mengaku kesulitan mengungkap karena minim saksi.

Kapolsek Winongan, AKP Handoyo mengungkapkan aksi pembegalan tersebut masih terus didalami. Pihaknya pun sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang diketahui sempat menolong korban. Yakni perangkat desa setempat yang membawa korban ke RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan, Kasdi. Serta, korban sendiri, Kholilurrohman. Namun, tidak banyak informasi yang berhasil diketahui dari keterangan keduanya.

Dari keterangan keduanya, diketahui aksi ini terjadi sekitar pukul 20.30. Malam itu, Kholil hendak membeli solar untuk truknya di SPBU Winongan. Setibanya di pertigaan arah Dusun Karangkliwon, Desa Bandaran, ia menyalip motor tidak dikenal di hadapannya.

Ternyata, motor Honda Beat warna putih yang dibawa oleh dua pria ini mengikutinya dari belakang dan memotongnya di jembatan Andil. Pelaku sempat mengeluarkan pedang untuk merampas motor, namun karena gagal pelaku melempar bondet ke arah Kholil.

“Kami masih menyelidikinya. Kami memang sudah meminta keterangan dari saksi, namun tidak banyak yang kami dapatkan. Kebetulan, peristiwanya sudah malam dan kondisi di lapangan sepi. Korban sendiri mengaku tidak bisa melihat ciri ciri pelaku karena jalan yang gelap,”jelas Handoyo.

Seperti diketahui, aksi pembegalan kembali terjadi di wilayah Pasuruan selasa malam lalu (15/8). Kholilurrohman, 59, warga Desa Bandaran, Kecamatan Winongan nyaris dibegal. Motor miliknya gagal dibawa pelaku, namun telapak tangannya nyaris putus karena dibondet pelaku. (riz/fun)