31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Berkas Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BOSDA 2020 Lengkap

KANIGARAN, Radar Bromo – Tuntas sudah langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo menyelesaikan penyidikan dugaan korupsi pengadaan LSK melalui dana BOSDA SD-SMP Kota Probolinggo. Rabu (21/9), Korps Adhyaksa menyatakan berkas sudah lengkap dan dilakukan pelimpahan tahap dua alias P-21. Keempat tersangka siap disidangkan.

Penyidik melimpahkan berkas beserta barang bukti dan para tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam proses pelimpahan tahap dua itu, tampak keempat tersangka dijemput menggunakan mobil tahanan Kejari. Sekitar pukul 11.00 para tersangka mengenakan rompi merah bertulisan tahanan, tiba di kantor kejaksaan.

Keempat tersangka itu Mochamad Maskur kepala Disdikbud Kota Probolinggo. Kemudian dua tersangka pejabat di lingkup Disdikbud Kota. Mereka adalah Basori selalu PPTK dan Budi Wahyu Riyanto yang saat itu menjadi Kabid Pendidikan Dasar (Pendas). Kemudian 1 tersangka lagi dari rekanan yakni Edi, selaku Direktur CV Mitra Widyatama.

Begitu tiba di kantor kejaksaan, keempat tersangka melangkah cepat. Terlihat mereka hendak menghindari jepretan kamera wartawan. Keempatnya pun terlihat sehat.

Tersangka Maskur dan Basori didampingi dua penasihat hukum (PH)-nya. Yaitu Fandi Ahmad dan Siti Zuroidah Amperawati. Kemudian tersangka Budi Wahyu Riyanto didampingi M. Wildan Prayoga. Hanya tersangka Edi yang terlihat, tak didampingi penasihat hukum.

Kepala Kejari (Kajari) Kota Probolinggo, Hartono melalui Kasi Intel Thesar Yudi Prasetya saat dikonfirmasi mengatakan, proses penyidikan dugaan korupsi BOSDA tahun 2020 dengan nilai anggaran sekitar Rp 6,9 miliar sudah selesai. Penyidik sudah melimpahkan berkas beserta barang bukti dan tersangkanya ke penuntut umum. Selanjutnya, penuntut umum akan siapkan dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya dan disidangkan.

KANIGARAN, Radar Bromo – Tuntas sudah langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo menyelesaikan penyidikan dugaan korupsi pengadaan LSK melalui dana BOSDA SD-SMP Kota Probolinggo. Rabu (21/9), Korps Adhyaksa menyatakan berkas sudah lengkap dan dilakukan pelimpahan tahap dua alias P-21. Keempat tersangka siap disidangkan.

Penyidik melimpahkan berkas beserta barang bukti dan para tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam proses pelimpahan tahap dua itu, tampak keempat tersangka dijemput menggunakan mobil tahanan Kejari. Sekitar pukul 11.00 para tersangka mengenakan rompi merah bertulisan tahanan, tiba di kantor kejaksaan.

Keempat tersangka itu Mochamad Maskur kepala Disdikbud Kota Probolinggo. Kemudian dua tersangka pejabat di lingkup Disdikbud Kota. Mereka adalah Basori selalu PPTK dan Budi Wahyu Riyanto yang saat itu menjadi Kabid Pendidikan Dasar (Pendas). Kemudian 1 tersangka lagi dari rekanan yakni Edi, selaku Direktur CV Mitra Widyatama.

Begitu tiba di kantor kejaksaan, keempat tersangka melangkah cepat. Terlihat mereka hendak menghindari jepretan kamera wartawan. Keempatnya pun terlihat sehat.

Tersangka Maskur dan Basori didampingi dua penasihat hukum (PH)-nya. Yaitu Fandi Ahmad dan Siti Zuroidah Amperawati. Kemudian tersangka Budi Wahyu Riyanto didampingi M. Wildan Prayoga. Hanya tersangka Edi yang terlihat, tak didampingi penasihat hukum.

Kepala Kejari (Kajari) Kota Probolinggo, Hartono melalui Kasi Intel Thesar Yudi Prasetya saat dikonfirmasi mengatakan, proses penyidikan dugaan korupsi BOSDA tahun 2020 dengan nilai anggaran sekitar Rp 6,9 miliar sudah selesai. Penyidik sudah melimpahkan berkas beserta barang bukti dan tersangkanya ke penuntut umum. Selanjutnya, penuntut umum akan siapkan dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya dan disidangkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/