alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Wanita di Lumbang Ternyata Dibunuh Tetangga Gara-gara Celetukan Selingkuh

BANGIL, Radar BromoTeka-teki motif pembunuhan Leboh,47, perempuan asal Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, akhirnya terjawab. Korban dibunuh oleh tetangganya sendiri, lantaran pelaku merasa sakit hati.

Pemicu sakit hati itupun, hanyalah sepele. Karena pelaku dipukul oleh korban menggunakan linggis. Pelaku yang tak terima, akhirnya memukul balik. Yakni memukul korban dengan bambu serta batu yang ditemukannya di lokasi kejadian.

Aksi itulah yang akhirnya membuat korban kehilangan nyawanya. Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengungkapkan, tersangka pembunuhan tersebut, diketahui berinisial Margo, 43, warga Banjarimbo, Kecamatan Lumbang.

Korban dibunuh oleh tersangka, lantaran tak terima. Setelah tersangka dipukul terlebih dahulu oleh korban, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Kasus ini sendiri bermula, saat korban dan tersangka bertemu di sebuah hutan yang ada di wilayah Lumbang, Selasa (19/7). Saat itu, korban sedang tanam singkong di wilayah setempat. Lalu, bertemu dengan tersangka yang sedang mencari rumput kemudian langsung menegurnya.

Korban menegur tersangka, lantaran ia dianggap bermulut besar. Kepada korban, tersangka hendak mengadukan apa yang pernah diperbuat korban bersamanya kepada keluarga korban.

Di mana, korban disebutkan pelaku pernah berhubungan badan. Hal itulah yang membuat marah korban.

“Ada cekcok saat korban dan tersangka bertemu di sebuah hutan. Sampai-sampai, korban memukul tersangka pada bagian punggungnya lebih dulu,” kata Bayu.

BARANG BUKTI: Bambu dan batu yang diigunakan Margo untuk membunuh Leboh. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Korban memukul tersangka menggunakan linggis yang ia bawa. Linggis itu dibawanya, untuk bekerja sehari-hari menanam pohon singkong. Pukulan itu, mengenai punggung tersangka. Gara-gara itulah, tersangka naik pitam.

Ia kemudian mengambil bambu yang berada di lokasi kejadian. Dan langsung memukul korban pada bagian wajah dan kepala korban. Tak puas dengan itu, pelaku kemudian mengambil batu. Dan langsung menghantamkan batu tersebut ke arah kepala korban.

Hingga membuat korban terjatuh.    Hal itulah, yang membuat korban akhirnya meninggal dunia. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.30. Petugas yang memperoleh informasi tersebut, kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Hingga mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.

Tak butuh waktu lama. Sekitar enam jam kemudian. Petugas berhasil meringkus tersangka di rumahnya. Sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Selain celurit yang dipakai tersangka untuk bekerja, juga batu yang ada bercak darah, linggis dan beberapa barang bukti lainnya.

“Tidak ada temuan unsur pembunuhan berencana yang kami temukan dalam kasus ini,” bebernya.

Tersangka disangkakan melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 354 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan yang membuat orang lain meninggal dunia. Ancamannya, 15 tahun penjara. (one/fun)

BANGIL, Radar BromoTeka-teki motif pembunuhan Leboh,47, perempuan asal Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, akhirnya terjawab. Korban dibunuh oleh tetangganya sendiri, lantaran pelaku merasa sakit hati.

Pemicu sakit hati itupun, hanyalah sepele. Karena pelaku dipukul oleh korban menggunakan linggis. Pelaku yang tak terima, akhirnya memukul balik. Yakni memukul korban dengan bambu serta batu yang ditemukannya di lokasi kejadian.

Aksi itulah yang akhirnya membuat korban kehilangan nyawanya. Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengungkapkan, tersangka pembunuhan tersebut, diketahui berinisial Margo, 43, warga Banjarimbo, Kecamatan Lumbang.

Korban dibunuh oleh tersangka, lantaran tak terima. Setelah tersangka dipukul terlebih dahulu oleh korban, yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Kasus ini sendiri bermula, saat korban dan tersangka bertemu di sebuah hutan yang ada di wilayah Lumbang, Selasa (19/7). Saat itu, korban sedang tanam singkong di wilayah setempat. Lalu, bertemu dengan tersangka yang sedang mencari rumput kemudian langsung menegurnya.

Korban menegur tersangka, lantaran ia dianggap bermulut besar. Kepada korban, tersangka hendak mengadukan apa yang pernah diperbuat korban bersamanya kepada keluarga korban.

Di mana, korban disebutkan pelaku pernah berhubungan badan. Hal itulah yang membuat marah korban.

“Ada cekcok saat korban dan tersangka bertemu di sebuah hutan. Sampai-sampai, korban memukul tersangka pada bagian punggungnya lebih dulu,” kata Bayu.

BARANG BUKTI: Bambu dan batu yang diigunakan Margo untuk membunuh Leboh. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Korban memukul tersangka menggunakan linggis yang ia bawa. Linggis itu dibawanya, untuk bekerja sehari-hari menanam pohon singkong. Pukulan itu, mengenai punggung tersangka. Gara-gara itulah, tersangka naik pitam.

Ia kemudian mengambil bambu yang berada di lokasi kejadian. Dan langsung memukul korban pada bagian wajah dan kepala korban. Tak puas dengan itu, pelaku kemudian mengambil batu. Dan langsung menghantamkan batu tersebut ke arah kepala korban.

Hingga membuat korban terjatuh.    Hal itulah, yang membuat korban akhirnya meninggal dunia. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.30. Petugas yang memperoleh informasi tersebut, kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Hingga mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.

Tak butuh waktu lama. Sekitar enam jam kemudian. Petugas berhasil meringkus tersangka di rumahnya. Sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Selain celurit yang dipakai tersangka untuk bekerja, juga batu yang ada bercak darah, linggis dan beberapa barang bukti lainnya.

“Tidak ada temuan unsur pembunuhan berencana yang kami temukan dalam kasus ini,” bebernya.

Tersangka disangkakan melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 354 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan yang membuat orang lain meninggal dunia. Ancamannya, 15 tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/