ODR yang Hina Perawat di FB Diperiksa Penyidik

MAYANGAN, Radar Bromo – Pemilik akun facebook Cong Gion telah meminta maaf secara terbuka di facebook atas pernyataannya yang dinilai menghina profesi tenaga medis. Meski begitu, proses hukumnya terus berlanjut.

Sebab, pihak Persatuan Perawat Nasional Indonsesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo sampai Kamis (21/5) belum ada niatan mencabut laporan ke polisi.

Sugiyanto, pejabat di Bidang Politik dan Hukum pada PPNI Kabupaten Probolinggo menjelaskan, permintaan maaf pemilik akun Cong Gion tetap diterima.

Namun, proses hukumnya tetap berjalan. “Belum (cabut laporan), ini pelaku masih diproses. Dia minta maaf ya kami maafkan, tapi proses (hukum) biar jalan dulu,” katanya singkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono. Menurutnya, pihaknya masih memproses kasus itu.

Kemarin, penyidik Satreskrim memanggil terlapor ke Mapolresta. “Belum selesai, ini masih kami periksa (terlapor, Red),” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Pemilik akun Cong Gion itu pun terancam pasal 27 UU ITE dengan ancaman sekitar 5 tahun penjara. “Kami terima laporannya, kemudian kita dalami, termasuk memanggil oknum tersebut untuk dilakukan pendalaman,” terang Kasat.

Diketahui, sejumlah tenaga medis yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo mendatangi SPKT Mapolresta. Mereka melaporkan oknum yang Orang Dalam Risiko (ODR) yang tengah dikarantina. Hal itu dilakukan lantaran oknum yang bernama Cong Gion di facebook-nya menghina sejumlah perawat.

Posting-an ODR yang menghujat perawat itu pun sempat viral di media sosial facebook (FB). Sugiyanto sebagai pemilik akun Cong Gion pun telah mengajukan permohonan maafnya atas unggahannya tersebut. Unggahan itu juga ia sampaikan secara terbuka di media sosial FB. (rpd/mie)