Polres Pasuruan Kocok Ulang 2 Kabag, 1 Kasat, 7 Kapolsek

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan melakukan perombakan besar-besaran perwiranya di tengah pandemi korona. Perombakan itu dilakukan dengan melakukan mutasi di sejumlah jabatan perwira.

Tidak hanya kursi kabag. Tetapi, juga kasat dan kapolsek tak luput dari perombakan. Sedikitnya, ada 10 kursi perwira yang dikocok ulang. Untuk kursi kabag, ada dua kursi yang berubah. Yakni, Kabagren dan Kabagops.

Untuk Kabagren, semula dipegang oleh AKP Ani Hariyanti, kini diduduki AKP Bambang Sucahyono. Sementara Kabagops yang semula diduduki oleh Kompol Prayitno, sekarang dijabat AKP Sugeng S.

Di kursi jabatan Kasat, ada perubahan pada kursi Kasatnarkoba. Semula, kursi Kasatnarkoba diduduki oleh AKP Sugeng Prayitno. Sementara saat ini, jabatan tersebut diserahkan ke AKP Dominggus.

Sugeng Prayitno sendiri, saat ini dipercaya untuk menduduki jabatan Kapolsek Kejayan, yang semula dipegang oleh AKP Mariyanto. Sementara AKP Mariyanto, diberi amanah untuk menduduki kursi Kapolsek Purwodadi yang semula dipegang oleh AKP Sumarno.

Selain itu, ada perubahan pada kursi Kapolsek Rembang. AKP Bambang Sucahyono kini diganti AKP Sariyanto. Perubahan juga terjadi pada kursi Kapolsek Puspo. Semula, jabatan Kapolsek Puspo disandang oleh AKP Joko Sutrisno. Namun, sekarang dipegang oleh AKP Saiful Anam.

Sementara, AKP Joko Sutrisno dipercaya untuk menjabat kursi Kapolsek Nongkojajar, yang ditinggalkan oleh AKP Akhmad Sukiyanto. Sukiyanto sendiri kini didapuk sebagai Kapolsek Sukorejo. Kapolsek Sukorejo sendiri, semula dipegang oleh AKP Supriyadi. Ia dimutasi ke Pasrepan menggantikan AKP Cahyo Widodo.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengungkapkan, mutasi yang dilangsungkan kemarin (21/4) merupakan upaya dalam penyegaran struktur organisasi di lingkungan Polres Pasuruan.

Ia mengingatkan agar para pejabat di lingkungan Polres Pasuruan bisa langsung tancap gas. Pasalnya, banyak tugas yang harus dikerjakan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 serta menghadapi momen Ramadan.

“Kami minta pejabat yang baru segera memahami tugas pokoknya. Masyarakat sudah menunggu kinerja nyata dari para petugas kepolisian,” ujarnya.

Kapolres juga menekankan penanganan Covid-19 di lapangan dengan menggunakan cara humanis. Ia menyadari, dampak Covid-19 secara sosial sangat besar. Banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya.

Terlebih lagi, kebijakan pemerintah pusat dengan asimilasi narapidana yang merupakan pelaku street crime. “Hal ini bisa menimbulkan kerawanan. Karena itu, kami minta Anda semua, benar-benar mewaspadai itu semua,” tandas Kapolres. (one/mie)