Penasihat Hukum Abdul Kadir Diperiksa Polisi atas Dugaan Keterangan Palsu

PAJARAKAN, Radar Bromo – Hosnan Taufiq, penasihat hukum Abdul Kadir, diperiksa kepolisian. Lawyer yang pernah membela Abdul Kadir dalam kasus ijazah palsu tersebut, diperiksa atas tindak lanjut laporannya yang melaporkan Jon Junaedi, wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo atas dugaan pemberian keterangan palsu dalam persidangan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Hosnan sapaan akrabnya, datang seorang diri sekitar pukul 10.00. Ia datang menggunakan setelan pakaian hitam. Tiba di mapolres, ia langsung menuji ruang penyidikan Unit Pidana Umum (Pidum).

Ia dimintai keterangan sekitar 1 jam. Setelah selesai, lantas ia kemudian meninggalkan mapolres.

Sebelum itu, wartawan Radar Bromo sempat mengkonfirmasi mengenai pemeriksaan dirinya. Menurutnya, pihaknya diperiksa sebagai saksi pelapor atas dugaan keterangan palsu ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo itu.

“Iya benar. Saya dipanggil untuk diperiksa atas laporan saya terhadap Jon Junaedi yang memberikan keterangan palsu dipersidangan Abdul Kadir beberapa waktu lalu,” katanya.

Ada sekitar 20-an pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Pertanyaanya, yaitu seputar apa saja yang membuat pihaknya yakin bahwa Jon memberikan keterangan palsu. Menurutnya, hal itu sudah terjawab di pengadilan. Pasalnya, saksi seperti Markus dan Saiful Bahri yang diduga membuat ijazah itu, mengakui kalau ada campur tangan Jon Junaedi.

“Saya terangkan bahwa kesaksian Jon itu palsu. Itu, terbukti dengan dijelaskannya dalam persidangan oleh Markus dan Saiful Bahri bahwa Jon terlibat. Tetapi, Jon sendiri membantah semua itu,” terangnya.

Pihaknya yakin petinggi Partai Gerindra itu terlibat. Ia mengaku punya bukti kuat terkait hal itu. “Kami yakin. Karena itu kami laporkan dia (Jon, Red) atas keterangan palsu di atas sumpah di bawah Alquran,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jon Junaedi, ketua DPC Gerindra sekaligus wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dilaporkan atas dugaan keterangan palsu di pengadilan. Laporan itu dilakukan oleh penasihat hukum Abdul Kadir, yang saat ini statusnya sudah menjadi narapidana kasus ijazah palsu. (sid/fun)