alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Kasus Korupsi ADD-DD, Kades-Bendahara Kemirisewu Pandaan Ditahan

BANGIL, Radar Bromo – Penyidik Satreskrim Polres Pasuruan akhirnya menetapkan Kades Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, M. Rifai sebagai tersangka dugaan penyimpangan ADD dan DD. Tidak hanya dijadikan tersangka, Rifai juga dijebloskan ke penjara.

Rifai ditahan sejak Jumat (17/2) malam. Usai pemeriksaan sebagai tersangka atas dugaan penyimpangan penggunaan ADD dan DD Kemiriwesu tahun 2020.

Rifai bukan satu-satunya perangkat Desa Kemirisewu yang ditahan. Ia dijebloskan ke penjara bersama Bendahara Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Yusuf. Keduanya ditahan di tahanan Mapolres Pasuruan.

Mereka dianggap menjadi orang yang harus bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan ADD dan DD Kemirisewu tahun 2020. Anggaran yang digunakan untuk sejumlah kegiatan dan sarana penunjang dalam penanganan Covid-19 itu ditengarai ada ketidaksesuaian. Sehingga memicu kerugian negara kurang lebih Rp 240 juta.

Hanya saja, pihak kepolisian masih enggan membeber lebih jauh terkait kasus tersebut. Meski begitu, Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto tak membantah penahanan keduanya. “Keduanya memang sudah kami tahan,” sampainya, Senin (21/2).

Adhi mengaku, belum bisa membeberkan lebih jauh kasus tersebut. Karena, proses pemberkasan perkara masih dilangsungkan. “Tunggulah nanti. Setelah P21 pasti akan kami rilis,” jelasnya.

Seperti pernah diberitakan, polisi mengendus dugaan penyimpangan pada penggunaan ADD dan DD Kemirisewu tahun anggaran 2020. Diduga ada ketidakwajaran dalam pembelanjaan sarana dan prasarana untuk penanganan Covid-19 dan program lainnya di desa setempat.

BANGIL, Radar Bromo – Penyidik Satreskrim Polres Pasuruan akhirnya menetapkan Kades Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, M. Rifai sebagai tersangka dugaan penyimpangan ADD dan DD. Tidak hanya dijadikan tersangka, Rifai juga dijebloskan ke penjara.

Rifai ditahan sejak Jumat (17/2) malam. Usai pemeriksaan sebagai tersangka atas dugaan penyimpangan penggunaan ADD dan DD Kemiriwesu tahun 2020.

Rifai bukan satu-satunya perangkat Desa Kemirisewu yang ditahan. Ia dijebloskan ke penjara bersama Bendahara Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Yusuf. Keduanya ditahan di tahanan Mapolres Pasuruan.

Mereka dianggap menjadi orang yang harus bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan ADD dan DD Kemirisewu tahun 2020. Anggaran yang digunakan untuk sejumlah kegiatan dan sarana penunjang dalam penanganan Covid-19 itu ditengarai ada ketidaksesuaian. Sehingga memicu kerugian negara kurang lebih Rp 240 juta.

Hanya saja, pihak kepolisian masih enggan membeber lebih jauh terkait kasus tersebut. Meski begitu, Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto tak membantah penahanan keduanya. “Keduanya memang sudah kami tahan,” sampainya, Senin (21/2).

Adhi mengaku, belum bisa membeberkan lebih jauh kasus tersebut. Karena, proses pemberkasan perkara masih dilangsungkan. “Tunggulah nanti. Setelah P21 pasti akan kami rilis,” jelasnya.

Seperti pernah diberitakan, polisi mengendus dugaan penyimpangan pada penggunaan ADD dan DD Kemirisewu tahun anggaran 2020. Diduga ada ketidakwajaran dalam pembelanjaan sarana dan prasarana untuk penanganan Covid-19 dan program lainnya di desa setempat.

MOST READ

BERITA TERBARU

/