alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dipicu Sound System, Warga Kanigaran Bacok Tetangga

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo-Gara-gara sound system, dua lelaki warga Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, cekcok hingga berujung bacokan. Slamet, 50, membacok Rudianto, 41. Akibatnya, korban Rudianto mengalami luka bacok di tangan kirinya, Rabu (20/1) malam.

Korban Rudianto dan pelaku Slamet sebenarnya bertetangga. Mereka sama-sama warga RT 6/RW 7, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Malam itu, Rudianto mengingatkan pelaku Slamet agar tidak menghidupkan sound system dengan keras. Namun Slamet emosi dan membacok korban.

Rohman, 39, ketua RT 6 menjelaskan, selama ini Slamet memang menjadi omongan warga setempat. Tingkahnya meresahkan dan membuat warga merasa tidak nyaman. Salah satunya karena Slamet sering memutar musik dengan sound system yang keras pada malam hari.

“Warga sini memang nggak ada yang suka sama dia (Slamet, Red), orangnya angko. Dia sering menghidupkan sound system dengan keras pada malam hari. Kadang sampai pukul 00.00. Kalau ditegur marah-marah,” kata pria yang juga adik korban ini.

Lalu Rabu (20/1), sekitar pukul 22.00, pelaku Slamet kembali membunyikan sound system dengan keras. Saat itulah, tiba-tiba ada yang melempar genting rumahnya.

Akhirnya, pelaku Slamet keluar dengan membawa sebilah celurit. Ia ke belakang rumahnya untuk mencari orang yang melempar batu ke gentingnya.

“Jadi katanya (Slamet) ada yang melempar genting rumahnya. Tapi kan belum tentu juga ada yang melempar. Bisa jadi suara buah jatuh atau apalah. Soalnya kan orangnya (si pelempar) saat dicari juga tidak ada,” kata Rohman.

Saat itu Rizma Wati, adik iparnya berada di depan rumahnya sedang melihat HP miliknya. Dia sedang menunggu Eko Lesmono, suaminya berangkat kerja.

“Jadi, Rizma Wati ini menunggui motor suaminya yang hendak berangkat kerja, masuk malam. Dia sambil main HP. Jarak rumah Slamet dan Rizma bersebelahan, kurang dari 10 meter,” tambahnya.

Melihat Rizma ada di teras rumah, pelaku langsung mendatangi sembari membawa sebilah celurit. Celurit itu diacungkan ke Rizma. Pelaku menduga, Rizma yang melempar batu ke genting rumahnya.

“Jadi celuritnya diacungkan ke adik ipar saya dan bilang riah se nyampat (ini yang melempar). Saat itu suami Rizma sedang di dalam rumah bersiap berangkat,” tambahnya.

Di saat yang sama, korban mendengar suara keributan antara pelaku dengan Rizma. Saat keluar, korban melihat Rizma diacungi celurit oleh pelaku. Korban pun merekam aksi itu dengan HP yang dibawanya.

“Kakak (korban, Red) saya bilang, kalau kamu begitu (bawa dan mengancam dengan celurit, Red) kamu bisa kena hukuman,” kata kakak saya sembari merekam.

Rupanya, pelaku tak terima direkam. Pelaku pun langsung membacok korban. Korban menangkis bacokan itu dengan tangan kirinya. Akibatnya, tangan kirinya alami luka menganga.

“Jadi kakak saya menahan bacokan dengan tangan kiri. Lalu celuritnya direbut oleh kakak saya dan kakak saya lari. Sementara  Slamet kembali pulang ke rumahnya,” tambahnya.

Melihat kejadian itu, warga pun menghubungi Babinsa dan petugas kepolisian. “Slamet langsung dijemput petugas. Sementara kakak saya langsung dilarikan ke rumah sakit malam itu juga. Saat ini kakak saya akan operasi,” tutur Rohman, Kamis (21/1) pagi.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi menyebut, pelaku terancam pasal 351 ayat (2) KHUP dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/1951. “Terduga yang membawa sajam terancam kurungan sekitar 5 tahun penjara,” tandas Iptu Mugi. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo-Gara-gara sound system, dua lelaki warga Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, cekcok hingga berujung bacokan. Slamet, 50, membacok Rudianto, 41. Akibatnya, korban Rudianto mengalami luka bacok di tangan kirinya, Rabu (20/1) malam.

Korban Rudianto dan pelaku Slamet sebenarnya bertetangga. Mereka sama-sama warga RT 6/RW 7, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Malam itu, Rudianto mengingatkan pelaku Slamet agar tidak menghidupkan sound system dengan keras. Namun Slamet emosi dan membacok korban.

Rohman, 39, ketua RT 6 menjelaskan, selama ini Slamet memang menjadi omongan warga setempat. Tingkahnya meresahkan dan membuat warga merasa tidak nyaman. Salah satunya karena Slamet sering memutar musik dengan sound system yang keras pada malam hari.

Mobile_AP_Half Page

“Warga sini memang nggak ada yang suka sama dia (Slamet, Red), orangnya angko. Dia sering menghidupkan sound system dengan keras pada malam hari. Kadang sampai pukul 00.00. Kalau ditegur marah-marah,” kata pria yang juga adik korban ini.

Lalu Rabu (20/1), sekitar pukul 22.00, pelaku Slamet kembali membunyikan sound system dengan keras. Saat itulah, tiba-tiba ada yang melempar genting rumahnya.

Akhirnya, pelaku Slamet keluar dengan membawa sebilah celurit. Ia ke belakang rumahnya untuk mencari orang yang melempar batu ke gentingnya.

“Jadi katanya (Slamet) ada yang melempar genting rumahnya. Tapi kan belum tentu juga ada yang melempar. Bisa jadi suara buah jatuh atau apalah. Soalnya kan orangnya (si pelempar) saat dicari juga tidak ada,” kata Rohman.

Saat itu Rizma Wati, adik iparnya berada di depan rumahnya sedang melihat HP miliknya. Dia sedang menunggu Eko Lesmono, suaminya berangkat kerja.

“Jadi, Rizma Wati ini menunggui motor suaminya yang hendak berangkat kerja, masuk malam. Dia sambil main HP. Jarak rumah Slamet dan Rizma bersebelahan, kurang dari 10 meter,” tambahnya.

Melihat Rizma ada di teras rumah, pelaku langsung mendatangi sembari membawa sebilah celurit. Celurit itu diacungkan ke Rizma. Pelaku menduga, Rizma yang melempar batu ke genting rumahnya.

“Jadi celuritnya diacungkan ke adik ipar saya dan bilang riah se nyampat (ini yang melempar). Saat itu suami Rizma sedang di dalam rumah bersiap berangkat,” tambahnya.

Di saat yang sama, korban mendengar suara keributan antara pelaku dengan Rizma. Saat keluar, korban melihat Rizma diacungi celurit oleh pelaku. Korban pun merekam aksi itu dengan HP yang dibawanya.

“Kakak (korban, Red) saya bilang, kalau kamu begitu (bawa dan mengancam dengan celurit, Red) kamu bisa kena hukuman,” kata kakak saya sembari merekam.

Rupanya, pelaku tak terima direkam. Pelaku pun langsung membacok korban. Korban menangkis bacokan itu dengan tangan kirinya. Akibatnya, tangan kirinya alami luka menganga.

“Jadi kakak saya menahan bacokan dengan tangan kiri. Lalu celuritnya direbut oleh kakak saya dan kakak saya lari. Sementara  Slamet kembali pulang ke rumahnya,” tambahnya.

Melihat kejadian itu, warga pun menghubungi Babinsa dan petugas kepolisian. “Slamet langsung dijemput petugas. Sementara kakak saya langsung dilarikan ke rumah sakit malam itu juga. Saat ini kakak saya akan operasi,” tutur Rohman, Kamis (21/1) pagi.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi menyebut, pelaku terancam pasal 351 ayat (2) KHUP dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/1951. “Terduga yang membawa sajam terancam kurungan sekitar 5 tahun penjara,” tandas Iptu Mugi. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2