alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Lama Buron, 2 Begal Remaja asal Pacarkeling Kejayan Ditangkap

BANGIL – Dua buronan kasus pembegalan di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada 7 Juni 2018 lalu, akhirnya berhasil diamankan. Jumat (18/1) lalu, kedua tersangka diamankan ketika berada di pinggir Jalan Malang-Surabaya di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Kedua tersangka itu sama-sama warga Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan. Yakni, M. Faizin, 19 dan M. Imron, 19. Mereka merupakan komplotan pencuri yang membegal Muchlas Ahda Afifi, 23, warga Desa Dukomaju, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, di Kecamatan Kejayan, pada 7 Juni 2018.

Selain kedua tersangka ini, sebelumnya polisi telah membekuk dua kawanan mereka. Yakni, Rohmat Baihaqi dan M. Yani. Mereka ditangkap polisi pada 12 September 2018 dan telah menerima vonis dari majelis hakim.

“Kedua tersangka lainnya yang masuk DPO (M. Faizin dan M. Imron) kami tangkap pada Jumat malam lalu,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana.

Dewa mengatakan, sebelum dibekuk, kedua tersangka ini dalam perjalanan dan berhenti di pinggir Jalan Malang-Surabaya masuk lingkungan Kembang Kuning, Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Rupanya, keberadaan mereka diketahui oleh anggota Satreskrim Polres Pasuruan dan langsung menangkapnya.

Bersama kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti. Berupa satu unit sepeda motor Honda Beat N 6912 WE milik M. Imron. Sepeda motor ini diduga sebagai barang yang selama ini digunakan dalam melakukan perampasan.

Dewa mengaku, kini pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Termasuk, menyelidiki di lokasi mana saja tersangka melakukan kejahatan.

“Kalau dari pengakuan sementara masih 1 TKP (tempat kejadian perkara) yang diakui. Yaitu, pada 7 Juni lalu di Kejayan. Saat ini masih kami kembangkan dari barang bukti, termasuk mencari TKP jika ada yang cocok kami periksa lagi,” jelasnya.

Karena ulahnya, kini tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun. (eka/rud/mie)

BANGIL – Dua buronan kasus pembegalan di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada 7 Juni 2018 lalu, akhirnya berhasil diamankan. Jumat (18/1) lalu, kedua tersangka diamankan ketika berada di pinggir Jalan Malang-Surabaya di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Kedua tersangka itu sama-sama warga Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan. Yakni, M. Faizin, 19 dan M. Imron, 19. Mereka merupakan komplotan pencuri yang membegal Muchlas Ahda Afifi, 23, warga Desa Dukomaju, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, di Kecamatan Kejayan, pada 7 Juni 2018.

Selain kedua tersangka ini, sebelumnya polisi telah membekuk dua kawanan mereka. Yakni, Rohmat Baihaqi dan M. Yani. Mereka ditangkap polisi pada 12 September 2018 dan telah menerima vonis dari majelis hakim.

“Kedua tersangka lainnya yang masuk DPO (M. Faizin dan M. Imron) kami tangkap pada Jumat malam lalu,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana.

Dewa mengatakan, sebelum dibekuk, kedua tersangka ini dalam perjalanan dan berhenti di pinggir Jalan Malang-Surabaya masuk lingkungan Kembang Kuning, Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Rupanya, keberadaan mereka diketahui oleh anggota Satreskrim Polres Pasuruan dan langsung menangkapnya.

Bersama kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti. Berupa satu unit sepeda motor Honda Beat N 6912 WE milik M. Imron. Sepeda motor ini diduga sebagai barang yang selama ini digunakan dalam melakukan perampasan.

Dewa mengaku, kini pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Termasuk, menyelidiki di lokasi mana saja tersangka melakukan kejahatan.

“Kalau dari pengakuan sementara masih 1 TKP (tempat kejadian perkara) yang diakui. Yaitu, pada 7 Juni lalu di Kejayan. Saat ini masih kami kembangkan dari barang bukti, termasuk mencari TKP jika ada yang cocok kami periksa lagi,” jelasnya.

Karena ulahnya, kini tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun. (eka/rud/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/