alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

2 Pelempar Bondet PN Probolinggo Terancam 12 Tahun Penjara

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Dua pelaku pelemparan bondet ke Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya, disangka melanggar Undang-Undang Nomor 12/1951 tentang Penyalahgunaan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota Ipda Joko Mudriyanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelemparan bondet ke PN Probolinggo. Kini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, untuk memastikan kedua tersangka tidak terlibat kasus lainnya. “Keduanya kami sangkakan pasal penyalahgunaan bahan peledak (UU Nomor 12/1951) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ujarnya.

Kedua tersangka itu masing-masing berinisial RG, 27, warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Serta, AR, 22, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. “Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih dalam mengenai kasus lainnya,” ujarnya.

Diketahui, Pos Satpam PN Probolinggo, dibondet, Selasa (8/12) dini hari. Beruntung dua bondet yang dilemparkan pelaku tak sampai makan korban jiwa. Lukman, petugas jaga malam itu selamat. Dari dua bondet, satu satu yang berhasil meledak. Sedangkan satu bondet lainnya, tidak meledak dan diamankan polisi.

Setelah hampir dua pekan melakukan penyelidikan, Jumat (18/12) dini hari, polisi mengamankan dua orang. Masing-masing berinisial RG dan AR. Kini, mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Dua pelaku pelemparan bondet ke Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya, disangka melanggar Undang-Undang Nomor 12/1951 tentang Penyalahgunaan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota Ipda Joko Mudriyanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelemparan bondet ke PN Probolinggo. Kini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, untuk memastikan kedua tersangka tidak terlibat kasus lainnya. “Keduanya kami sangkakan pasal penyalahgunaan bahan peledak (UU Nomor 12/1951) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ujarnya.

Kedua tersangka itu masing-masing berinisial RG, 27, warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Serta, AR, 22, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. “Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih dalam mengenai kasus lainnya,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Diketahui, Pos Satpam PN Probolinggo, dibondet, Selasa (8/12) dini hari. Beruntung dua bondet yang dilemparkan pelaku tak sampai makan korban jiwa. Lukman, petugas jaga malam itu selamat. Dari dua bondet, satu satu yang berhasil meledak. Sedangkan satu bondet lainnya, tidak meledak dan diamankan polisi.

Setelah hampir dua pekan melakukan penyelidikan, Jumat (18/12) dini hari, polisi mengamankan dua orang. Masing-masing berinisial RG dan AR. Kini, mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2