alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Berdalih Ngekos, Gondol HP Pemilik Indekos di Mangunharjo Mayangan  

MAYANGAN, Radar Bromo– Seorang pria berinisial AS, 41, warga Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Semarang, membuat warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Erwin, 44, geram. Pria yang berdalih ngekos, itu telah menggondol handphone (HP)-nya.

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Mangunharjo, Erwin mengatakan AS ngekos sejak Sabtu (17/10) siang. Ia membayar membayar harian, Rp 25 ribu per hari.

“Indekos di sini kan Rp 300.000 per bulan, karena ia (AS) hanya minta 4 hari, sama ibu saya dikasih Rp 100.000. Namun, dia (AS) minta per hari saja. Kemudian, ia menyerahkan uang ke ibu Rp 25.000,” ujar Erwin, kemarin.

Minggu (18/10), sekitar pukul 01.30, ibu dari Erwin yang setiap hari berjualan nasi jagung berangkat ke pasar. Ketika pulang, ia melihat pintu depan rumahnya sedikit terbuka. Tak lama kemudian, keluar AS dari dalam rumah. Saat ditanya, AS berdalih ada tikus. “Dia kan kosnya di lantai dua dan pintu keluar-masuknya juga dari luar. Ini kok bisa masuk ke rumah,” ujar Erwin.

Sekitar pukul 04.00, Erwin hendak mengecas HP yang biasa dipegang anaknya. Namun, HP yang sebelumnya ditaruh di meja rias di kamarnya itu hilang. “Saya tanya ke ibu juga tidak tahu. Akhirnya, kami curiga ke AS. Setelah dicek di kamar kos, AS sudah tidak ada di kamarnya. Barang-barangnya juga sudah dibawa. Karena saya punya foto kopi KTP-nya, akhirnya saya posting di medsos,” jelasnya.

Sekitar pukul 06.00, Erwin melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Probolinggo Kota. Namun, menurutnya laporanya kurang diperhatikan. “Saya di Polresta tidak diperhatikan, akhirnya saya pulang dan tidak jadi laporan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SPKT Polres Probolinggo Kota Aiptu Santo mengatakan, pihaknya tidak pernah menolak laporan atau aduan. Namun, untuk penerbitan surat laporan perlu membawa sejumlah berkas pelengkap administrasi. Misalnya, kardus dan buku HP-nya yang raib.

Selain itu, penerbitan surat laporan juga perlu rekomendasi dari Satreskrim. “Kemungkinan karena laporanya pagi, masih menunggu petugas Satreskrim datang. Namun, ibunya pulang terlebih dahulu. Yang jelas, kami tidak pernah menolak laporan atau pengaduan apapun,” ujarnya. (rpd/rud)

 

MAYANGAN, Radar Bromo– Seorang pria berinisial AS, 41, warga Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Semarang, membuat warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Erwin, 44, geram. Pria yang berdalih ngekos, itu telah menggondol handphone (HP)-nya.

Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Mangunharjo, Erwin mengatakan AS ngekos sejak Sabtu (17/10) siang. Ia membayar membayar harian, Rp 25 ribu per hari.

“Indekos di sini kan Rp 300.000 per bulan, karena ia (AS) hanya minta 4 hari, sama ibu saya dikasih Rp 100.000. Namun, dia (AS) minta per hari saja. Kemudian, ia menyerahkan uang ke ibu Rp 25.000,” ujar Erwin, kemarin.

Minggu (18/10), sekitar pukul 01.30, ibu dari Erwin yang setiap hari berjualan nasi jagung berangkat ke pasar. Ketika pulang, ia melihat pintu depan rumahnya sedikit terbuka. Tak lama kemudian, keluar AS dari dalam rumah. Saat ditanya, AS berdalih ada tikus. “Dia kan kosnya di lantai dua dan pintu keluar-masuknya juga dari luar. Ini kok bisa masuk ke rumah,” ujar Erwin.

Sekitar pukul 04.00, Erwin hendak mengecas HP yang biasa dipegang anaknya. Namun, HP yang sebelumnya ditaruh di meja rias di kamarnya itu hilang. “Saya tanya ke ibu juga tidak tahu. Akhirnya, kami curiga ke AS. Setelah dicek di kamar kos, AS sudah tidak ada di kamarnya. Barang-barangnya juga sudah dibawa. Karena saya punya foto kopi KTP-nya, akhirnya saya posting di medsos,” jelasnya.

Sekitar pukul 06.00, Erwin melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Probolinggo Kota. Namun, menurutnya laporanya kurang diperhatikan. “Saya di Polresta tidak diperhatikan, akhirnya saya pulang dan tidak jadi laporan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SPKT Polres Probolinggo Kota Aiptu Santo mengatakan, pihaknya tidak pernah menolak laporan atau aduan. Namun, untuk penerbitan surat laporan perlu membawa sejumlah berkas pelengkap administrasi. Misalnya, kardus dan buku HP-nya yang raib.

Selain itu, penerbitan surat laporan juga perlu rekomendasi dari Satreskrim. “Kemungkinan karena laporanya pagi, masih menunggu petugas Satreskrim datang. Namun, ibunya pulang terlebih dahulu. Yang jelas, kami tidak pernah menolak laporan atau pengaduan apapun,” ujarnya. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/