alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Penutupan Pagar Eks Regina Berbuntut Bakal Dilaporkan ke Polisi

MAYANGAN, Radar Bromo – Penutupan pagar eks gedung bioskop Regina di Jalan dr. Soetomo, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu berbuntut. Hootje Sutanto melaporkan penutupan itu.

Sutanto panggilannya melaporkan pihak yang menutup pagar Regina ke Polres Probolinggo Kota, Selasa (8/10). Yaitu, Safri Agung Sugihanto yang mendapat kuasa khusus dari Harun Sulaiman.

Menurut Sutanto, penutupan itu semena-mena karena dilakukan tidak berdasar. “Kami melapor ke Polresta perihal penutupan yang semena-mena itu pada 8 Oktober 2019. Sebab, penutupan dilakukan tanpa ada bukti-bukti yang mendukung,” bebernya.

Alasan lain karena sampai Minggu (20/10), Sutanto mengaku memegang sertifikat asli eks Regina. Yaitu sertifikat dari petikan hak guna bangunan (HGB) 131.

Tidak hanya melaporkan pihak yang menutup pagar eks Regina, kemarin pagar eks Regina juga dibuka oleh Sutanto. Pada pedagang di halaman eks Regina pun mengaku senang.

Salah satunya Rahmad, 51, pedagang mi yang telah 34 tahun berjualan di area tersebut. Menurutnya, penutupan pagar eks Regina dengan sesek bambu membuat para pembeli mengira tidak ada lagi pedagang di dalamnya. “Kalau dibuka begini, maka pembelinya tidak bingung lagi,” bebernya.

Pagar gedung eks Regina itu sendiri ditutup Selasa (1/10) pagi. Penutupan dilakukan oleh Safri Agung Sugihanto sebagai kuasa khusus dari Harun Sulaiman. Agung panggilannya menyebut, Harun adalah pemilik sah eks gedung bioskop Regina.

Namun, tiba-tiba gedung itu direnovasi oleh pihak lain menjadi food land. Karena itu, dirinya diminta mengosongkan dan menutup gedung tersebut.

Agung menutup pagar gedung di bagian depan dengan sesek bambu. Bahkan, semua pagar ditutup. Termasuk dua pintu yang menjadi akses keluar dan masuk.

Kontan, kondisi itu memicu protes 14 pedagang di sana. Sebab, kawasan eks bioskop Regina memang selama ini merupakan kawasan pertokoan. Di sana, ada 16 bedak yang disewa oleh 14 pedagang.

Sementara itu, pembukaan sesek bambu kemarin menurut Safri, dilakukan secara paksa. Karena itu, pihaknya juga berencana melaporkan aksi pembukaan paksa pagar itu ke pihak yang berwajib.

“Pagar itu tidak dibuka. Tapi dibuka paksa. Nanti kami laporkan. Kami juga ada bukti dan keterangan dari masyarakat,” tuturnya. (rpd/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Penutupan pagar eks gedung bioskop Regina di Jalan dr. Soetomo, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu berbuntut. Hootje Sutanto melaporkan penutupan itu.

Sutanto panggilannya melaporkan pihak yang menutup pagar Regina ke Polres Probolinggo Kota, Selasa (8/10). Yaitu, Safri Agung Sugihanto yang mendapat kuasa khusus dari Harun Sulaiman.

Menurut Sutanto, penutupan itu semena-mena karena dilakukan tidak berdasar. “Kami melapor ke Polresta perihal penutupan yang semena-mena itu pada 8 Oktober 2019. Sebab, penutupan dilakukan tanpa ada bukti-bukti yang mendukung,” bebernya.

Alasan lain karena sampai Minggu (20/10), Sutanto mengaku memegang sertifikat asli eks Regina. Yaitu sertifikat dari petikan hak guna bangunan (HGB) 131.

Tidak hanya melaporkan pihak yang menutup pagar eks Regina, kemarin pagar eks Regina juga dibuka oleh Sutanto. Pada pedagang di halaman eks Regina pun mengaku senang.

Salah satunya Rahmad, 51, pedagang mi yang telah 34 tahun berjualan di area tersebut. Menurutnya, penutupan pagar eks Regina dengan sesek bambu membuat para pembeli mengira tidak ada lagi pedagang di dalamnya. “Kalau dibuka begini, maka pembelinya tidak bingung lagi,” bebernya.

Pagar gedung eks Regina itu sendiri ditutup Selasa (1/10) pagi. Penutupan dilakukan oleh Safri Agung Sugihanto sebagai kuasa khusus dari Harun Sulaiman. Agung panggilannya menyebut, Harun adalah pemilik sah eks gedung bioskop Regina.

Namun, tiba-tiba gedung itu direnovasi oleh pihak lain menjadi food land. Karena itu, dirinya diminta mengosongkan dan menutup gedung tersebut.

Agung menutup pagar gedung di bagian depan dengan sesek bambu. Bahkan, semua pagar ditutup. Termasuk dua pintu yang menjadi akses keluar dan masuk.

Kontan, kondisi itu memicu protes 14 pedagang di sana. Sebab, kawasan eks bioskop Regina memang selama ini merupakan kawasan pertokoan. Di sana, ada 16 bedak yang disewa oleh 14 pedagang.

Sementara itu, pembukaan sesek bambu kemarin menurut Safri, dilakukan secara paksa. Karena itu, pihaknya juga berencana melaporkan aksi pembukaan paksa pagar itu ke pihak yang berwajib.

“Pagar itu tidak dibuka. Tapi dibuka paksa. Nanti kami laporkan. Kami juga ada bukti dan keterangan dari masyarakat,” tuturnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/