alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Pria Ini Jual Ayam Tetangganya karena Kesal, Kasusnya Berujung ke Pengadilan

GADING, Radar BromoTak semua perkara hukum bisa diselesaikan lewat mediasi atau restorative justice (RJ). Meskipun itu perkara kecil seperti pencurian ayam. Salah satunya dialami Saparudin, 24. Pria asal Gading itu harus dimejahijaukan karena menjual ayam milik tetangganya ke Pasar Maron.

Senin (20/6) perkara ini disidang di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Dalam sidang diketahui Saparudin menjual ayam milik tetanggnya ke Pasar Maron, pada Selasa (14/6).

Perkara yang berujung ke meja hijau tersebut bemula saat Saparudin atau yang biasa disapa Supar, berada di belakang rumahnya. Pagi itu dia sedang memantau ayam-ayam yang dipelihara di belakang rumahnya. Hingga Supar mendapati ayam tetangganya masuk ke belakang rumahnya.

“Mungkin lantaran jengkel kerena ayam milik tetangganya masuk ke dalam kandang belakang rumahnya dan memakan pakan yang yang disediakan olehnya, sehingga ditangkaplah,” kata Kapolsek Gading, Iptu Sugeng Priyadi.

Tak hanya menangkap. Siang harinya, Supar kemudian membawa ayam tetangganya ke Pasar Maron untuk dijual. Namun saat perjalanan ke Pasar Maron, tetangganya atau pemilik ayam, yakni Slamet Riyadi, 29, mengetahui hal tesebut. Sehinga dikejarlah sampai ke Pasar Maron.

“Seketika 1 ekor ayam yang berada di tangan tersangka diminta paksa oleh korban dan dibawa pulang ke rumahnya. Kemudian korban mengadu ke pihak desa,” ujarnya.

Pihak desa yang mendapati laporan atas kejadian tersebut, kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas yakni, Bripda Roni Firmansyah. Tujuannya untuk mendampingi melakukan mediasi dan menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan.

GADING, Radar BromoTak semua perkara hukum bisa diselesaikan lewat mediasi atau restorative justice (RJ). Meskipun itu perkara kecil seperti pencurian ayam. Salah satunya dialami Saparudin, 24. Pria asal Gading itu harus dimejahijaukan karena menjual ayam milik tetangganya ke Pasar Maron.

Senin (20/6) perkara ini disidang di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Dalam sidang diketahui Saparudin menjual ayam milik tetanggnya ke Pasar Maron, pada Selasa (14/6).

Perkara yang berujung ke meja hijau tersebut bemula saat Saparudin atau yang biasa disapa Supar, berada di belakang rumahnya. Pagi itu dia sedang memantau ayam-ayam yang dipelihara di belakang rumahnya. Hingga Supar mendapati ayam tetangganya masuk ke belakang rumahnya.

“Mungkin lantaran jengkel kerena ayam milik tetangganya masuk ke dalam kandang belakang rumahnya dan memakan pakan yang yang disediakan olehnya, sehingga ditangkaplah,” kata Kapolsek Gading, Iptu Sugeng Priyadi.

Tak hanya menangkap. Siang harinya, Supar kemudian membawa ayam tetangganya ke Pasar Maron untuk dijual. Namun saat perjalanan ke Pasar Maron, tetangganya atau pemilik ayam, yakni Slamet Riyadi, 29, mengetahui hal tesebut. Sehinga dikejarlah sampai ke Pasar Maron.

“Seketika 1 ekor ayam yang berada di tangan tersangka diminta paksa oleh korban dan dibawa pulang ke rumahnya. Kemudian korban mengadu ke pihak desa,” ujarnya.

Pihak desa yang mendapati laporan atas kejadian tersebut, kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas yakni, Bripda Roni Firmansyah. Tujuannya untuk mendampingi melakukan mediasi dan menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/