alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Residivis asal Watuagung Prigen Bersembunyi saat Digerebek

BANGIL, Radar Bromo – Benarkah hidup di luar penjara lebih sulit daripada di dalam penjara? Pengedar narkoba Abdul Qodir ternyata tidak kapok meski pernah mendekam di balik jeruji penjara. Lelaki 39 tahun asal Desa Watuagung, Kecamatan Prigen tersebut, dibekuk karena menyimpan 1,66 gram sabu-sabu.

Anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan membekuk Qodir pada Rabu (13/4). Ketika itu, dia tengah sembunyi di pekarangan rumahnya, Desa Watuagung, Kecamatan Prigen.

Kasatresnarkoba Polres Pasuruan AKP Slamet Wahyudi menyatakan, tersangka memang dikenal sebagai pengedar sabu-sabu. Bahkan, sebelum ditangkap lagi, dia pernah masuk penjara atas kasus yang sama pada 2017. Tapi, bukannya bertobat, pelaku kembali berulah.

”Petugas menggerebeknya,” ungkap Slamet. Qodir disergap di pekarangan rumahnya. Saat itu, dia tahu polisi datang. Tersangka hendak bersembunyi, tapi ketahuan.

Dari penangkapan tersebut, sejumlah barang bukti ditemukan. Ada sabu-sabu sebanyak 1,66 gram. Ada pula handphone serta alat isap sabu-sabu dan sendok kecil yang terbuat dari sedotan.

Atas temuan itulah, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan. Tersangka Qodir dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam hukuman 10 tahun penjara. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Benarkah hidup di luar penjara lebih sulit daripada di dalam penjara? Pengedar narkoba Abdul Qodir ternyata tidak kapok meski pernah mendekam di balik jeruji penjara. Lelaki 39 tahun asal Desa Watuagung, Kecamatan Prigen tersebut, dibekuk karena menyimpan 1,66 gram sabu-sabu.

Anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan membekuk Qodir pada Rabu (13/4). Ketika itu, dia tengah sembunyi di pekarangan rumahnya, Desa Watuagung, Kecamatan Prigen.

Kasatresnarkoba Polres Pasuruan AKP Slamet Wahyudi menyatakan, tersangka memang dikenal sebagai pengedar sabu-sabu. Bahkan, sebelum ditangkap lagi, dia pernah masuk penjara atas kasus yang sama pada 2017. Tapi, bukannya bertobat, pelaku kembali berulah.

”Petugas menggerebeknya,” ungkap Slamet. Qodir disergap di pekarangan rumahnya. Saat itu, dia tahu polisi datang. Tersangka hendak bersembunyi, tapi ketahuan.

Dari penangkapan tersebut, sejumlah barang bukti ditemukan. Ada sabu-sabu sebanyak 1,66 gram. Ada pula handphone serta alat isap sabu-sabu dan sendok kecil yang terbuat dari sedotan.

Atas temuan itulah, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan. Tersangka Qodir dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam hukuman 10 tahun penjara. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/