alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Kejari Telusuri Utang Sewa Rp 32 Miliar di Plaza Bangil

Kenyataannya, tidak demikian. Hanya segelintir penyewa kios yang membayar. Kebanyakan dari mereka enggan membayar sewa. Alasannya, mereka mengklaim bangunan tersebut milik mereka.

Hal inilah yang akhirnya berdampak terhadap munculnya utang tak tertagih tersebut. Besarnya mencapai kisaran Rp 32 miliar. Dan akhirnya utang itu menjadi temuan BPK.

“Ada yang membayar sewa memang, tapi sedikit. Mungkin tak sampai satu persen dari yang menghuni kios-kios tersebut. Ini yang akhirnya memicu munculnya temuan BPK tersebut,” bebernya.

Upaya menagih sewa kios sejatinya dilakukan. Namun, tidak berhasil. Hingga akhirnya, pihak Disperindag Kabupaten Pasuruan menggandeng Kejari agar persoalan tersebut teratasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Plasa Lama II Muslim mengungkapkan, pihaknya menempati salah satu kios atau ruko di kawasan setempat dengan akad memang membeli. Ada AJB yang dikantongi. “Kami tidak asal menempati. Kami membeli dari pemilik sebelumnya,” akunya.

Pihaknya pun siap kalau memang ada mediasi atau pertemuan untuk membahas persoalan ini. “Kalau ada pertemuan, kami siap memberikan penjabaran. Ini kami memang beli. Jadi kalau mau bayar sewa, bayar ke siapa? Lawong saya beli,” jelasnya. (one/hn)

Kenyataannya, tidak demikian. Hanya segelintir penyewa kios yang membayar. Kebanyakan dari mereka enggan membayar sewa. Alasannya, mereka mengklaim bangunan tersebut milik mereka.

Hal inilah yang akhirnya berdampak terhadap munculnya utang tak tertagih tersebut. Besarnya mencapai kisaran Rp 32 miliar. Dan akhirnya utang itu menjadi temuan BPK.

“Ada yang membayar sewa memang, tapi sedikit. Mungkin tak sampai satu persen dari yang menghuni kios-kios tersebut. Ini yang akhirnya memicu munculnya temuan BPK tersebut,” bebernya.

Upaya menagih sewa kios sejatinya dilakukan. Namun, tidak berhasil. Hingga akhirnya, pihak Disperindag Kabupaten Pasuruan menggandeng Kejari agar persoalan tersebut teratasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Plasa Lama II Muslim mengungkapkan, pihaknya menempati salah satu kios atau ruko di kawasan setempat dengan akad memang membeli. Ada AJB yang dikantongi. “Kami tidak asal menempati. Kami membeli dari pemilik sebelumnya,” akunya.

Pihaknya pun siap kalau memang ada mediasi atau pertemuan untuk membahas persoalan ini. “Kalau ada pertemuan, kami siap memberikan penjabaran. Ini kami memang beli. Jadi kalau mau bayar sewa, bayar ke siapa? Lawong saya beli,” jelasnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/