alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Guru Ngaji di Beji Minta Murid Pijat Kemaluan, Dipolisikan

BEJI, Radar Bromo – Perbuatan Efendi ini tak mencerminkan perilaku seorang ustad. Berkedok minta pijit, guru ngaji itu diduga berbuat cabul pada santrinya yang masih 9 tahun. Ia pun diseret dan dilaporkan ke Polres Pasuruan.

Kasus itu terjadi pada awal Januari 2022. Namun, tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Perbuatan pelaku baru terbongkar setelah A bercerita pada orang tuanya.

Saat itu, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, tersebut sedang membeli kue di koperasi sebuah madrasah diniyah (madin) di kampungnya. Korban jajan sembari menunggu jam madrasah dimulai.

Saat itulah, pelaku yang merupakan ustad di madrasah itu mendekati korban. dia lantas meminta korban untuk memijatnya. Semula, pelaku minta korban memijat kakinya. Kemudian, pelaku menyuruh korban memijat bagian kemaluannya. Awalnya, kasus itu tidak terbongkar. Hingga pada 7 Januari 2022, korban bercerita kepada orang tuanya.

Orang tua korban pun langsung marah. Mereka tidak terima korban diperlakukan cabul oleh pelaku. Bahkan, orang tua korban melurug rumah pelaku saat itu juga. Lalu bersama beberapa warga, pelaku diseret ke Polres Pasuruan agar bertanggung jawab atas perbuatannya.

Beredar informasi, aksi tersebut tidak hanya dilakukan terhadap satu santri. “Ada lebih dari satu santri yang menjadi korban. Bukan hanya satu ini,” ungkap sumber Jawa Pos Radar Bromo.

Kasus ini pun sedang diproses pihak kepolisian. Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengakui, keluarga korban telah melaporkan perbuatan pelaku. Pihaknya juga telah menerima penyerahan pelaku oleh keluarga korban. Dan saat ini, pihaknya sedang menyidik pelaku.

Sayangnya, Adhi enggan bercerita banyak tentang kasus dugaan pencabulan itu. Alasannya, menjaga kondusivitas wilayah karena terlapor seorang ustad.

“Yang jelas, memang ada penyerahan dari keluarga korban. Dan pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Sekarang, sedang proses penyidikan dan pelaku sudah kami tahan,” singkatnya. (one/hn)

BEJI, Radar Bromo – Perbuatan Efendi ini tak mencerminkan perilaku seorang ustad. Berkedok minta pijit, guru ngaji itu diduga berbuat cabul pada santrinya yang masih 9 tahun. Ia pun diseret dan dilaporkan ke Polres Pasuruan.

Kasus itu terjadi pada awal Januari 2022. Namun, tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Perbuatan pelaku baru terbongkar setelah A bercerita pada orang tuanya.

Saat itu, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, tersebut sedang membeli kue di koperasi sebuah madrasah diniyah (madin) di kampungnya. Korban jajan sembari menunggu jam madrasah dimulai.

Saat itulah, pelaku yang merupakan ustad di madrasah itu mendekati korban. dia lantas meminta korban untuk memijatnya. Semula, pelaku minta korban memijat kakinya. Kemudian, pelaku menyuruh korban memijat bagian kemaluannya. Awalnya, kasus itu tidak terbongkar. Hingga pada 7 Januari 2022, korban bercerita kepada orang tuanya.

Orang tua korban pun langsung marah. Mereka tidak terima korban diperlakukan cabul oleh pelaku. Bahkan, orang tua korban melurug rumah pelaku saat itu juga. Lalu bersama beberapa warga, pelaku diseret ke Polres Pasuruan agar bertanggung jawab atas perbuatannya.

Beredar informasi, aksi tersebut tidak hanya dilakukan terhadap satu santri. “Ada lebih dari satu santri yang menjadi korban. Bukan hanya satu ini,” ungkap sumber Jawa Pos Radar Bromo.

Kasus ini pun sedang diproses pihak kepolisian. Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengakui, keluarga korban telah melaporkan perbuatan pelaku. Pihaknya juga telah menerima penyerahan pelaku oleh keluarga korban. Dan saat ini, pihaknya sedang menyidik pelaku.

Sayangnya, Adhi enggan bercerita banyak tentang kasus dugaan pencabulan itu. Alasannya, menjaga kondusivitas wilayah karena terlapor seorang ustad.

“Yang jelas, memang ada penyerahan dari keluarga korban. Dan pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Sekarang, sedang proses penyidikan dan pelaku sudah kami tahan,” singkatnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/