alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Kasus Pasutri Gelapkan Motor di Leces, Polisi Buru Penadah

LECES, Radar Bromo – Pasangan suami istri (pasutri), pelaku penggelapan motor di Leces telah dibekuk. Kini, mereka sedang menjalani penyidikan di Polsek Tongas. Namun, penadah barang hasil kejahatan mereka masih bebas.

Penyidik Polsek Leces, Polres Probolinggo, pun memburunya. Diketahui, selain beraksi di wilayah hukum Polsek Tongas, pasutri itu juga beraksi di wilayah hukum Polsek Leces. Bahkan, dari hasil penyelidikan, mereka telah menggelapkan motor dari 10 tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua tersangka adalah Roni Achmad, 37, warga Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Serta, istrinya, Nathania Dea Wigati, 32, warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pasutri Ini Kompak jadi Spesialis Penggelapan Motor

Di wilayah hukum Polsek Leces, mereka pernah menggelapkan motor milik Ismail, 43, warga Dusun Bedok Desa Tempeh, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Motor itu dibawa pelaku dari tempat korban membuka jasa potong rambut di Kecamatan Leces.

Kanit Reskrim Polsek Leces Bripka Eko Aprianto mengatakan, kasus penggelapan motor yang dilakukan pasutri itu banyak dilakukan di TKP lain. “Sekarang kedua tersangka diperiksa Polsek Tongas. Karena memang mereka banyak terliat di TKP lain,” katanya, kemarin.

Eko mengaku terus berusaha mengembangkan kasus ini. Salah satunya memburu penadahnya. Dari pengakuan kedua tersangka, motor hasil penggelapan selalu dijual ke Jember. Harganya berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta.

“Kami masih memburu penadah motor hasil kriminal itu di Jember. Karena, pengakuan dari tersangka motor itu dijual ke wilayah Jember,” jelasnya.

Dalam beraksi, Nathania Dea Wigati, bertindak sebagai eksekutor. Dia berpura-pura meminjam motor korban. Setelah motor ditangan, kendaraan itu dibawa kabur bersama suaminya, Roni. Motor dibawa ke Jember dan dijual kepada penadahnya. Jumat (16/7) lalu, mereka dibekuk di dalam bus di wilatah hukum Polsek Leces. (mas/rud)

LECES, Radar Bromo – Pasangan suami istri (pasutri), pelaku penggelapan motor di Leces telah dibekuk. Kini, mereka sedang menjalani penyidikan di Polsek Tongas. Namun, penadah barang hasil kejahatan mereka masih bebas.

Penyidik Polsek Leces, Polres Probolinggo, pun memburunya. Diketahui, selain beraksi di wilayah hukum Polsek Tongas, pasutri itu juga beraksi di wilayah hukum Polsek Leces. Bahkan, dari hasil penyelidikan, mereka telah menggelapkan motor dari 10 tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua tersangka adalah Roni Achmad, 37, warga Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Serta, istrinya, Nathania Dea Wigati, 32, warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pasutri Ini Kompak jadi Spesialis Penggelapan Motor

Di wilayah hukum Polsek Leces, mereka pernah menggelapkan motor milik Ismail, 43, warga Dusun Bedok Desa Tempeh, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Motor itu dibawa pelaku dari tempat korban membuka jasa potong rambut di Kecamatan Leces.

Kanit Reskrim Polsek Leces Bripka Eko Aprianto mengatakan, kasus penggelapan motor yang dilakukan pasutri itu banyak dilakukan di TKP lain. “Sekarang kedua tersangka diperiksa Polsek Tongas. Karena memang mereka banyak terliat di TKP lain,” katanya, kemarin.

Eko mengaku terus berusaha mengembangkan kasus ini. Salah satunya memburu penadahnya. Dari pengakuan kedua tersangka, motor hasil penggelapan selalu dijual ke Jember. Harganya berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta.

“Kami masih memburu penadah motor hasil kriminal itu di Jember. Karena, pengakuan dari tersangka motor itu dijual ke wilayah Jember,” jelasnya.

Dalam beraksi, Nathania Dea Wigati, bertindak sebagai eksekutor. Dia berpura-pura meminjam motor korban. Setelah motor ditangan, kendaraan itu dibawa kabur bersama suaminya, Roni. Motor dibawa ke Jember dan dijual kepada penadahnya. Jumat (16/7) lalu, mereka dibekuk di dalam bus di wilatah hukum Polsek Leces. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU