alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Bongkar Sindikat Pengoplos Elpiji Subsidi di Prigen, Ini Modusnya

BANGIL, Radar Bromo – Sindikat pengoplos elpiji bersubsidi di Kabupaten Pasuruan berhasil dibongkar. Empat orang jadi tersangka dan dijebloskan ke tahanan.

Mereka yaitu Nur Kholik, 31, warga Lecari, Kecamatan Sukorejo; Dayono, 45, warga Dayurejo, Kecamatan Prigen; Ahmad Musyafak, 36, warga Sengonagung, Kecamatan Purwosari. Semuanya warga Kabupaten Pasuruan. Yang keempat yaitu, Muhammad Ferdi Abidin, 33, warga Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

Nur Kholik dan Dayono adalah pelaku pengoplosan. Sementara Ferdi bertugas menjual dan mendistribusikan elpiji oplosan. Dan Ahmad Musyafak berperan sebagai pemodal.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengungkapkan, kasus elpiji oplosan ini dibongkar setelah pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat. Petugas yang telah mengendus adanya dugaan praktik culas itu melakukan penelusuran.

Dan Selasa (13/7), petugas menggerebek sebuah rumah produksi elpiji oplosan di Dayurejo, Kecamatan Prigen. “Kami melakukan penggerebekan sekitar pukul 19.00,” kata Adhi.

Saat penggerebekan dilakukan, proses pengoplosan sedang berlangsung. Dua pelaku, Nur Kholik dan Dayono diringkus di lokasi kejadian. Sementara, dua rekannya Ferdi dan Ahmad Musyafak diringkus petugas kepolisian beberapa jam kemudian.

Modus yang mereka gunakan yaitu, membeli gas elpiji melon atau ukuran 3 kg. Gas elpiji bersubsidi itu kemudian dipindahkan ke tabung 12 kg. Total ada 20 hingga 30 tabung non subsidi 12 kg yang mereka miliki. Pemindahan menggunakan alat pen besi atau suntikan.

Setelah selesai, tabung 12 kg itu mereka jual di bawah harga pasar. Harganya sekitar Rp 95 ribu per tabung. Padahal, harga pasaran untuk tabung gas elpiji 12 kg bisa mencapai Rp 150 ribu.

“Dengan harga jual yang rendah itu membuat minat pasar tinggi. Mereka juga memperoleh keuntungan besar,” imbuhnya mendampingi Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Sindikat pengoplos elpiji bersubsidi di Kabupaten Pasuruan berhasil dibongkar. Empat orang jadi tersangka dan dijebloskan ke tahanan.

Mereka yaitu Nur Kholik, 31, warga Lecari, Kecamatan Sukorejo; Dayono, 45, warga Dayurejo, Kecamatan Prigen; Ahmad Musyafak, 36, warga Sengonagung, Kecamatan Purwosari. Semuanya warga Kabupaten Pasuruan. Yang keempat yaitu, Muhammad Ferdi Abidin, 33, warga Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.

Nur Kholik dan Dayono adalah pelaku pengoplosan. Sementara Ferdi bertugas menjual dan mendistribusikan elpiji oplosan. Dan Ahmad Musyafak berperan sebagai pemodal.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto mengungkapkan, kasus elpiji oplosan ini dibongkar setelah pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat. Petugas yang telah mengendus adanya dugaan praktik culas itu melakukan penelusuran.

Dan Selasa (13/7), petugas menggerebek sebuah rumah produksi elpiji oplosan di Dayurejo, Kecamatan Prigen. “Kami melakukan penggerebekan sekitar pukul 19.00,” kata Adhi.

Saat penggerebekan dilakukan, proses pengoplosan sedang berlangsung. Dua pelaku, Nur Kholik dan Dayono diringkus di lokasi kejadian. Sementara, dua rekannya Ferdi dan Ahmad Musyafak diringkus petugas kepolisian beberapa jam kemudian.

Modus yang mereka gunakan yaitu, membeli gas elpiji melon atau ukuran 3 kg. Gas elpiji bersubsidi itu kemudian dipindahkan ke tabung 12 kg. Total ada 20 hingga 30 tabung non subsidi 12 kg yang mereka miliki. Pemindahan menggunakan alat pen besi atau suntikan.

Setelah selesai, tabung 12 kg itu mereka jual di bawah harga pasar. Harganya sekitar Rp 95 ribu per tabung. Padahal, harga pasaran untuk tabung gas elpiji 12 kg bisa mencapai Rp 150 ribu.

“Dengan harga jual yang rendah itu membuat minat pasar tinggi. Mereka juga memperoleh keuntungan besar,” imbuhnya mendampingi Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU