Arek Pandaan Peretas Situs Kemendagri Divonis 1 Tahun 10 Bulan

BANGIL, Radar Bromo – Alfian Buyung Suprapto, pemuda asal Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, yang membobol situs Kemendagri, divonis bersalah oleh majelis hakim PN Bangil. Ia dinyatakan melanggar pasal 48 jo pasal 32 UU ITE.

Karena dirinya telah sengaja dan tanpa hak melawan hukum dengan mengubah situs milik Kemendagri. Gara-gara ulahnya itulah, pemuda 21 tahun itu bakal meringkuk lebih lama di penjara.

Alfian divonis 1 tahun 10 bulan penjara. Ia juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 300 juta. Bila tidak, denda itu harus digantinya dengan hukuman 1 bulan penjara.

“Menjatuhkan terdakwa hukuman 1 tahun 10 bulan penjara. Juga membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider 1 bulan,” jelas Ketua Majelis Hakim PN Bangil Dewantoro.

Sidang putusan terdakwa peretas situs Kemendagri itu, berlangsung kemarin (19/3). Putusan tersebut jauh lebih ringan dibandingkan tuntuntan yang dilayangkan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan. Karena dalam sidang sebelumnya, pihak JPU Kejari Kabupaten Pasuruan menuntut hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

Bukan hanya itu, pihak JPU Kejari Kabupaten Pasuruan Hendy, juga menuntut terdakwa hukuman denda sebesar Rp 500 juta. Bila tak terbayar, terdakwa harus menggantinya dengan hukuman badan selama 6 bulan kurungan.

Beberapa hal menjadi pertimbangan. Salah satunya, karena terdakwa sopan dan mengakui perbuatannya. Hal itulah yang membuat pihak majelis hakim memberikan keringanan hukuman dibandingkan tuntutan JPU.

Atas putusan itu, terdakwa memilih untuk menerima. Sementara Hendy, JPU Kejari Kabupaten Pasuruan memilih pikir-pikir. “Kami pilih pikir-pikir,” tukasnya.

Diketahui, kasus yang menjerat terdakwa bermula dari aksi hack yang dilakukannya pada sekitar 24 September 2019. Ketika itu, ia meng-hack situs Kemendagri dengan mengubah tampilannya. Tampilan depan web Kemendagri itu diisi dengan foto RIP KPK. Bukan hanya itu, ada kalimat semacam luapan emosi yang ditulis terdakwa dalam web tersebut.

Tak lama peretasan itu dilakukan, Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri melakukan pelacakan. Tim cyber Bareskrim akhirnya berhasil menemukan siapa pelakunya dan kemudian menangkap tersangka yang kini dijadikan terdakwa.

Usai disidik Bareskrim, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Pasuruan, sejak 13 Januari 2020. Sebab, wilayah domisili hukum terdakwa berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Ia pun menjalani sidang perdananya, 30 Januari 2020. Dan diputus kemarin (19/3). (one/mie)