alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Buru Dua Pelaku Lain Jambret Hape Spesialis Perempuan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Polres Pasuruan Kota masih mendalami aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan oleh Misto, warga Kelurahan Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Meski pelaku dan penadah hasil curian sudah tertangkap, namun polres masih memburu dua pelaku lain.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki aksi curas yang dilakukan oleh Misto di 13 tempat kejadian perkara (TKP). Sebab, dari hasil keterangan yang didapatkan dari penyidik, Misto melakukan aksi tersebut bersama dengan temannya.

Bekuk Pelaku–Penadah HP Curian, Rata-rata Korban Wanita

Saat beraksi, Misto biasanya berboncengan dua dengan rekannya. Misto menjadi eksekutor menjadi yang dibonceng. Dalam aksi yang dilakukan dari Agustus 2020 sampai Januari 2021, rekan dari Misto ini diketahui berbeda-beda. Namun mereka memiliki peran yang sama sebagai pembonceng saat memburu korban.

“Ada dua nama yang kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Mereka memiliki peran sebagai rekan dari Misto dan membantu mencari sasaran. Namanya sudah kami ketahui,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Misto, 28, warga Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, dibekuk. Pria yang kesehariannya tukang peras susu ini dibekuk oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Selasa (12/1) karena melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di 13 tempat kejadian perkara (TKP). Sasarannya adalah handphone, yang biasanya korbannya adalah wanita.

Selain Misto, kepolisian juga membekuk Satoha, 30, warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan yang bertindak sebagai penadah. Handphone yang didapatkan dari korban dijual dengan kisaran harga Rp 700 ribu per buah pada Satoha. Satoha dibekuk di rumahnya pada Kamis (14/1). (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Polres Pasuruan Kota masih mendalami aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan oleh Misto, warga Kelurahan Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Meski pelaku dan penadah hasil curian sudah tertangkap, namun polres masih memburu dua pelaku lain.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki aksi curas yang dilakukan oleh Misto di 13 tempat kejadian perkara (TKP). Sebab, dari hasil keterangan yang didapatkan dari penyidik, Misto melakukan aksi tersebut bersama dengan temannya.

Bekuk Pelaku–Penadah HP Curian, Rata-rata Korban Wanita

Saat beraksi, Misto biasanya berboncengan dua dengan rekannya. Misto menjadi eksekutor menjadi yang dibonceng. Dalam aksi yang dilakukan dari Agustus 2020 sampai Januari 2021, rekan dari Misto ini diketahui berbeda-beda. Namun mereka memiliki peran yang sama sebagai pembonceng saat memburu korban.

“Ada dua nama yang kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Mereka memiliki peran sebagai rekan dari Misto dan membantu mencari sasaran. Namanya sudah kami ketahui,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Misto, 28, warga Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, dibekuk. Pria yang kesehariannya tukang peras susu ini dibekuk oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Selasa (12/1) karena melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di 13 tempat kejadian perkara (TKP). Sasarannya adalah handphone, yang biasanya korbannya adalah wanita.

Selain Misto, kepolisian juga membekuk Satoha, 30, warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan yang bertindak sebagai penadah. Handphone yang didapatkan dari korban dijual dengan kisaran harga Rp 700 ribu per buah pada Satoha. Satoha dibekuk di rumahnya pada Kamis (14/1). (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/