Dua Sekawan asal Masangan Bangil Ini Suka Bobol Rumah Tetangga

BANGIL, Radar Bromo – Sebagai tetangga, dua sekawan ini bukannya saling tolong menolong. Yang ada, mereka malah nekat mencuri barang berharga milik tetangganya sendiri.

Dua sekawan itu adalah Muhammad Solikhin, 27 dan Syaiful Anam, 25, warga Desa Masangan, Kecamatan Bangil. Dari penyelidikan polisi, mereka dinilai terlibat aksi pembobolan rumah, Rabu, 1 Januari 2020. Parahnya, rumah yang mereka garong adalah tetangganya sendiri, Makhmudin, 36, warga Masangan, Kecamatan Bangil.

Kanit Jatanras Polres Pasuruan Iptu Maryana mengungkapkan, kedua tersangka diciduk polisi Selasa siang (14/1), di rumahnya masing-masing. Penangkapan tersebut berawal dari laporan kasus pencurian yang dialami Makhmudin.

Korban kehilangan barang-barangnya setelah rumahnya dibobol kedua pelaku. Aksi itu sendiri berlangsung Rabu, 1 Januari 2020. Ketika itu, korban tengah pergi ke rumah mertuanya yang ada di Grati.

Aksi pencurian tersebut baru diketahui korban saat ia pulang dari mertuanya, sekitar pukul 15.30. Ketika itu, korban melihat pintu belakang rumahnya terbuka dan dalam keadaan rusak. Karena telah dicukit oleh pelaku. “Korban kemudian melihat lemari plastik yang ada di ruang keluarga. Ia juga melihat lemari itu terbuka,” tukasnya.

Ia pun mengecek rumahnya. Ternyata, beberapa barangnya hilang. Selain uang tunai Rp 200 ribu, dompet berisi gelang warna putih, gelang emas palsu, kalung emas palsu, serta surat cincin dari toko emas Abadi Bangil, raib. Kerugian korban ditaksir Rp 500 ribu. “Dari situ, korban kemudian melapor ke polisi,” sambungnya.

Laporan itu, ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penelusuran. Upaya itu membuahkan hasil setelah polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. Polisi pun akhirnya menangkap keduanya di rumah masing-masing.

Keduanya tak mengelak dengan aksi yang mereka lakukan. “Keduanya berbagi peran. Tersangka Solikhin berperan mencukit pintu belakang dengan obeng sementara rekannya Syaiful Anam berperan mengawasi situasi,” tambahnya saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Dari hasil penyidikan, ternyata tidak hanya sekali dua tersangka beraksi. Solikhin pernah melakukan pencurian dua pompa air dan dinamo di rumah Muslimin. Sementara Solikhin, pernah membobol rumah tetangganya yang lain, Akhmad. “Keduanya merupakan spesialis bobol rumah,” ulasnya.

Gara-gara ulahnya itu, keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka terancam hukuman 7 tahun penjara. (one/mie)