alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Lepas Pencuri Kayu, Kanitreskrim-Anggota Polsek Gempol Dicopot

BANGIL, Radar Bromo – Keluarga terdakwa kasus pencurian kayu menuntut keadilan. Seorang pengangkut kayu milik Perhutani bernama Samin dijadikan tersangka. Bahkan, sudah disidang sebagai terdakwa. Namun, otak pelaku pencurian yang bernama Rohman, justru masih bebas. Ditetapkan sebagai buron, tapi dia belum ditangkap.

”Pak Samin ini dijebak. Dia tidak tahu apa-apa, tapi ditangkap,” kata Rozi, kerabat Samin kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (18/10).

Rozi menceritakan, kasus tersebut terjadi pada akhir Juli 2021. Ketika itu, saudaranya, Samin, didatangi orang bernama Rohman. Dia diminta mengangkut kayu sonokeling di kawasan Watukosek, Gempol.

Warga Desa Jerukpurut, Gempol, tersebut semula menolak. Sebab, mobil pikapnya sedang rusak. Versi keluarganya, Samin merasa dipaksa oleh Rohman yang ngotot memintanya berangkat bareng untuk mengangkut kayu tersebut.

Mereka pun menuju ke wilayah Watukosek, Gempol, untuk mengangkut kayu tersebut. Samin dan mobilnya berada di depan. Rohman beserta teman-temannya mengikuti dari belakang. Jumlah mereka enam orang. Namun, tanpa alasan jelas, Rohman dkk lantas menghilang. Yang muncul di belakang justru polisi.

Sampai di Desa Bulusari, Samin ditangkap anggota Buser Polsek Gempol. Petugas memeriksanya, lalu menjebloskan Samin ke penjara. Dia dijadikan tersangka dan ditahan.

Menurut Rozi, ada hal aneh yang terjadi. Dia mendengar, sepekan setelah penahanan Samin, ada kabar Rohman tertangkap. Warga Watukosek itu memang dimasukkan sel tahanan. Tapi, ternyata hanya semalam. Besoknya dilepaskan.

BANGIL, Radar Bromo – Keluarga terdakwa kasus pencurian kayu menuntut keadilan. Seorang pengangkut kayu milik Perhutani bernama Samin dijadikan tersangka. Bahkan, sudah disidang sebagai terdakwa. Namun, otak pelaku pencurian yang bernama Rohman, justru masih bebas. Ditetapkan sebagai buron, tapi dia belum ditangkap.

”Pak Samin ini dijebak. Dia tidak tahu apa-apa, tapi ditangkap,” kata Rozi, kerabat Samin kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (18/10).

Rozi menceritakan, kasus tersebut terjadi pada akhir Juli 2021. Ketika itu, saudaranya, Samin, didatangi orang bernama Rohman. Dia diminta mengangkut kayu sonokeling di kawasan Watukosek, Gempol.

Warga Desa Jerukpurut, Gempol, tersebut semula menolak. Sebab, mobil pikapnya sedang rusak. Versi keluarganya, Samin merasa dipaksa oleh Rohman yang ngotot memintanya berangkat bareng untuk mengangkut kayu tersebut.

Mereka pun menuju ke wilayah Watukosek, Gempol, untuk mengangkut kayu tersebut. Samin dan mobilnya berada di depan. Rohman beserta teman-temannya mengikuti dari belakang. Jumlah mereka enam orang. Namun, tanpa alasan jelas, Rohman dkk lantas menghilang. Yang muncul di belakang justru polisi.

Sampai di Desa Bulusari, Samin ditangkap anggota Buser Polsek Gempol. Petugas memeriksanya, lalu menjebloskan Samin ke penjara. Dia dijadikan tersangka dan ditahan.

Menurut Rozi, ada hal aneh yang terjadi. Dia mendengar, sepekan setelah penahanan Samin, ada kabar Rohman tertangkap. Warga Watukosek itu memang dimasukkan sel tahanan. Tapi, ternyata hanya semalam. Besoknya dilepaskan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/