Polemik KSU Mitra Perkasa: Anggota Demo Lagi, Minta Uang Kembali

KANIGARAN, Radar Bromo – Kasus antara Koperasi Serba Usaha Mitra Perkasa (KSU MP) dan anggotanya tak kunjung selesai. Rabu (18/9), mereka kembali unjuk rasa. Tujuannya masih sama. Yaitu, minta tabungan mereka kembali.

Ada 18 anggota yang ikut unjuk rasa itu. Unjuk rasa dilakukan di tiga tempat. Yaitu, di kantor KSU MP Jl Panglima Sudirman; rumah mantan ketua KSU MP, Zulkifli Chalik; dan di kediaman Welly Sukamto, ketua KSU MP. Yaitu di Jalan Mastrip Gg Mawar, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran.

Selama unjuk rasa, mereka membawa sejumlah karton dengan beragam tulisan. Di antaranya, Polda Harus Bantu Rakyat Lemah; Kapolres Harus Bantu Rakyat Lemah; Kembalikan Uang Kami Segera; Kembalikan uang kami; jangan buat hidup kami dan anak-anak kami menderita; Zulkifli harus tanggung jawab.

Unjuk rasa itu dilakukan karena sampai saat ini uang nasabah tidak kunjung dibagi. Seperti yang diakui Husnawiya, 51, warga Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Nana –panggilannya- mengaku, sejak 2013 dia mendepositokan uangnya sebanyak Rp 5 miliar. Dan sampai sekarang, uangnya tidak bisa diambil.

Nana mengaku, dia dan sejumlah anggota yang unjuk rasa memang tidak melaporkan kasus itu ke polisi. Sebab, mereka berharap masih ada iktikad baik dari KSU MP untuk membayarkan uang nasabah yang ditabung atau didepositokan.

“Memang ada nasabah yang melapor, kami tidak. Sebab, kami tidak ingin mencari siapa yang salah dan benar. Kami hanya ingin uang kami kembali,” bebernya.

Unjuk rasa sendiri dilakukan mulai di kantor KSU MP. Lalu pindak ke rumah mantan ketua KSU MP, Zulkifli Chalik. Selanjutnya, ke rumah Welly Sukamto, ketua KSU MP.

Namun, selama aksi itu, mereka tidak bisa bertemu siapapun. Kantor KSU MP tutup. Sementara itu, di rumah Zulkifli, mereka juga tidak ditemui siapapun. Seorang sekuriti di sana menyebut, Zulkifli dan keluarganya di Surabaya.

Mereka lantas unjuk rasa di rumah Ketua KSU-MP Welly Sukamto di Jalan Mastrip. Namun, di sana juga mereka tidak ditemui siapapun. Sekitar pukul 11.10, mereka pun membubarkan diri. (rpd/hn)