alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Gagalkan Peredaran Pil Koplo ke Pulau Gili Ketapang, 2 Ditahan

MAYANGAN, Radar Bromo– Polsek Mayangan Polres Probolinggo Kota sempat mengamankan empat orang berkaitan dengan peredaran sediaan farmasi. Dari empat orang itu, kini hanya dua orang yang ditahan. Mereka disangka melanggar undang-undang tentang kesehatan.

Empat orang yang sempat diamankan itu masing-masing berinisial S, 23, warga Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo; F, 22,  warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kodopok, Kota Probolinggo; A, 22, warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo; serta R, 20, yang merupakan tukang ojek yang mengantarkan F.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah memastikan, pihaknya tidak tebang pilih dalam menangani kasus. Dari empat orang yang diamankan, benar hanya dua orang yang ditahan. Dua orang lainnya dipulangkan karena tidak melanggar. “Langkah dan penanganan Polsek Mayangan dalam hal ini sudah profesional,” ujarnya.

Menurutnya, empat orang itu diamankan pada Selasa (10/5), sekitar pukul 16.45. Anggota Polsek mencurigai telah terjadi transaksi pil koplo di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo.

Berdasarkan pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, kata Zainullah, yang bisa dijerat adalah pengedar atau penjual. Sedangkan, pengguna atau pemakai tidak bisa dipidana.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, diketahuilah F dan A adalah penjual. Kemudian kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan. Sedangkan, S adalah pembeli dan membeli untuk konsumsi sendiri. Kami kenakan sebagai saksi,” ujarnya.

Ia mengatakan, kini S dan R dipulangkan. Namun, mereka tetap dikenakan wajib lapor. “R adalah tukang ojek yang mengantar F. R tidak tahu-menahu tentang transaksi itu, sehingga dijadikan saksi dan tetap kami kenakan wajib lapor,” jelas Zainullah.

MAYANGAN, Radar Bromo– Polsek Mayangan Polres Probolinggo Kota sempat mengamankan empat orang berkaitan dengan peredaran sediaan farmasi. Dari empat orang itu, kini hanya dua orang yang ditahan. Mereka disangka melanggar undang-undang tentang kesehatan.

Empat orang yang sempat diamankan itu masing-masing berinisial S, 23, warga Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo; F, 22,  warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kodopok, Kota Probolinggo; A, 22, warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo; serta R, 20, yang merupakan tukang ojek yang mengantarkan F.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah memastikan, pihaknya tidak tebang pilih dalam menangani kasus. Dari empat orang yang diamankan, benar hanya dua orang yang ditahan. Dua orang lainnya dipulangkan karena tidak melanggar. “Langkah dan penanganan Polsek Mayangan dalam hal ini sudah profesional,” ujarnya.

Menurutnya, empat orang itu diamankan pada Selasa (10/5), sekitar pukul 16.45. Anggota Polsek mencurigai telah terjadi transaksi pil koplo di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo.

Berdasarkan pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, kata Zainullah, yang bisa dijerat adalah pengedar atau penjual. Sedangkan, pengguna atau pemakai tidak bisa dipidana.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, diketahuilah F dan A adalah penjual. Kemudian kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan. Sedangkan, S adalah pembeli dan membeli untuk konsumsi sendiri. Kami kenakan sebagai saksi,” ujarnya.

Ia mengatakan, kini S dan R dipulangkan. Namun, mereka tetap dikenakan wajib lapor. “R adalah tukang ojek yang mengantar F. R tidak tahu-menahu tentang transaksi itu, sehingga dijadikan saksi dan tetap kami kenakan wajib lapor,” jelas Zainullah.

MOST READ

BERITA TERBARU

/