4 Terdakwa Pengeroyokan di Bangil Divonis Bebas, JPU Ajukan Kasasi

BANGIL, Radar Bromo – Empat terdakwa kasus penganiayaan dan pengeroyokan asal Kemaden, Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan benar-benar mendapat berkah di bulan Ramadan. Pasalnya, keempat terdakwa dinyatakan tak bersalah oleh majelis hakim PN Bangil.

Karenanya, majelis hakim PN Bangil menjatuhkan vonis bebas untuk keempatnya, Senin (18/5). Mereka yang dibebaskan itu adalah Slamet Agus Zainul, 27 dan Slamet Agus Zainal, 27. Keduanya merupakan saudara kembar, kakak-beradik.

Selain itu, ada ayah kakak beradik itu, Wahib, 58. Serta satu pemuda yang merupakan tetangga mereka, Indra Aditya Pratama, 20, ikut dibebaskan dari tuntutan.

Penasihat hukum keempat terdakwa, Imam Bukhori menyampaikan, keempat terdakwa harus duduk di kursi pesakitan lantaran dianggap melakukan tindak penganiayaan. Orang yang disebut menjadi korban keempat kliennya adalah M. Zidan, yang masih warga Kersikan.

Kasus tersebut berlangsung 14 Oktober 2019. Kejadiannya bermula saat Zidan mengendarai motor di wilayah Kemaden sekitar pukul 20.30. Zidan kemudian berpapasan dengan Indra dan Zainul yang tengah cangkrukan di persimpangan empat jalan setempat.

Saat berada di depan Indra, Zidan mem-blayer-blayer motornya. Hingga membuat Indra, kemudian menegurnya. Teguran itu mengundang emosi Zidan. Hingga sempat terjadi cekcok.

Cekcok itu berakhir setelah Wahib datang dan mengingatkan Zidan. Tak lama, Zidan melihat Zainul melintas. Ia kemudian mendekat dan mem-blayer-blayer-kan motornya dekat Zainul.

Cekcok kembali terjadi. Hingga perkelahian tak bisa dihindari. “Klien kami (Zainul, Red) mencoba untuk membela diri,” ujar Imam didampingi rekannya, Joko Maryatin.

Perkelahian itu, mengundang Indra untuk datang. Begitupun dengan Zainal, saudara Zainul juga datang. Selanjutnya Wahib juga datang ke lokasi kejadian.

Menurut Imam, baik Indra, Zainal, ataupun Wahib datang bukan untuk mengeroyok Zidan. Melainkan untuk melerai perkelahian tersebut. “Jadi, kalau dianggap melakukan pengeroyokan tidak benar. Karena sebetulnya, mereka hendak melerai,” terangnya.

Zidan kemudian melakukan pelaporan ke polisi. Ia menuding para pelaku memukulinya dan mengeroyok. Bahkan, dalam aduan ke polisi, Zidan menyebut para terdakwa yang mencegatnya dan kemudian menonjokinya.

Hingga akhirnya, empat pelaku diamankan. Keempatnya pun disidangkan. Dalam sidang tuntutan, JPU Kejari Kabupaten Pasuruan Joni menuntut keempatnya hukuman 4 tahun penjara. Mereka dianggap melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

Namun, majelis hakim PN Bangil yang diketuai Oktiawan Basri, memvonis keempatnya bebas. Atas putusan ini, Joni selaku JPU Kejari Kabupaten Pasuruan menilai, kalau Majelis Hakim hanya memperhatikan keterangan para terdakwa. Tanpa mempertimbangkan saksi-saksi yang dihadirkan JPU.

Sehingga, putusan yang dijatuhkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena itu, pihaknya akan mengajukan kasasi atas putusan tersebut. “Jelas kami tidak puas . Kami akan ajukan kasasi atas putusan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, belum ada penjelasan detail dari PN Bangil terkait kasus ini. Saat dihubungi, Ketua PN Bangil Dewantoro masih akan melakukan kroscek atas putusan bebas tersebut. “Putusannya hari ini ya? Coba kami cek dulu ya,” sampainya. (one/mie)