alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Dituduh Curi Tas Berisi Uang, Kernet Ditikam Sopir, Diturunkan di Tongas  

TONGAS, Radar Bromo – Pengguna Jalan Raya Bayeman di Kecamatan Tongas, mendadak heboh Sabtu (19/3) pagi. Seorang lelaki MY, 45, ditemukan terkapar tak berdaya bersimbah darah di pinggir jalan setempat. Darah mengalir dari perutnya yang terluka parah.

Warga setempat pun langsung membawa korban MY ke IGD RSUD Tongas, sekitar pukul 08.15. Sementara tak jauh dari lokasi MY tergeletak, ditemukan sebuah parang yang diduga digunakan untuk menikam MY.

Dalam sekejap, peristiwa itu membuat jalan setempat ramai. Sejumlah warga, pengguna jalan dan petugas kepolisian mendatangi lokasi.

MY yang masih sadar bercerita pada Jawa Pos Radar Bromo, dirinya ditikam oleh rekannya, sopir sebuah truk ekspedisi.  MY sendiri adalah warga Bakauheni, Lampung. Namun, dia lama merantau di Surabaya.

Lalu dua hari lalu, dia bertemu dengan sopir truk ekspedisi tersebut. Mereka berkenalan dan disepakati, MY ikut bekerja menjadi kernet ekspedisi.

“Baru dua hari saya jadi kernet. Jadi saya tidak kenal dengan sopir ini. Saya di Bungurasih diajak kerja. Karena butuh pekerjaan, ya saya mau,” ucapnya sembari menahan sakit di perutnya.

Hari Sabtu itu, truk ekspedisi hendak ke timur. Tak disangka, dalam perjalanan cekcok terjadi antara MY dan rekannya yang sopir itu.  Penyebabnya, karena tas sopir hilang. Sang sopir lantas menuduh korban yang mencuri.

“Jadi tas sopir ini hilang. Di dalamnya ada uangnya katanya. Kemudian, dia menuduh saya yang mengambil. Akhirnya kami cekcok. Bahkan, sempat berkelahi. Lalu saya ditikam dan diturunkan di jalan,” tambahnya.

Kapolsek Tongas Iptu Suyanto melalui Plt Kasi Humas Polresta Iptu Zainullah Regama menerangkan, kasus ini tengah ditangani Polsek bekerjasama dengan Polresta. “Korban ini diajak sopir dari Bungurasih Surabaya. Namun, korban tidak tahu truk ekspedisi mau kemana,” terangnya.

Selanjutnya di atas truk terjadi cekcok dan perkelahian. Korban ditusuk dan perutnya terluka. Kemudian, korban diturunkan di jalan begitu saja.  “Saat ini korban dirujuk dari RSUD Tongas ke RSUD Waluyo Jati di Kraksan,” tandasnya. (rpd/hn)

 

TONGAS, Radar Bromo – Pengguna Jalan Raya Bayeman di Kecamatan Tongas, mendadak heboh Sabtu (19/3) pagi. Seorang lelaki MY, 45, ditemukan terkapar tak berdaya bersimbah darah di pinggir jalan setempat. Darah mengalir dari perutnya yang terluka parah.

Warga setempat pun langsung membawa korban MY ke IGD RSUD Tongas, sekitar pukul 08.15. Sementara tak jauh dari lokasi MY tergeletak, ditemukan sebuah parang yang diduga digunakan untuk menikam MY.

Dalam sekejap, peristiwa itu membuat jalan setempat ramai. Sejumlah warga, pengguna jalan dan petugas kepolisian mendatangi lokasi.

MY yang masih sadar bercerita pada Jawa Pos Radar Bromo, dirinya ditikam oleh rekannya, sopir sebuah truk ekspedisi.  MY sendiri adalah warga Bakauheni, Lampung. Namun, dia lama merantau di Surabaya.

Lalu dua hari lalu, dia bertemu dengan sopir truk ekspedisi tersebut. Mereka berkenalan dan disepakati, MY ikut bekerja menjadi kernet ekspedisi.

“Baru dua hari saya jadi kernet. Jadi saya tidak kenal dengan sopir ini. Saya di Bungurasih diajak kerja. Karena butuh pekerjaan, ya saya mau,” ucapnya sembari menahan sakit di perutnya.

Hari Sabtu itu, truk ekspedisi hendak ke timur. Tak disangka, dalam perjalanan cekcok terjadi antara MY dan rekannya yang sopir itu.  Penyebabnya, karena tas sopir hilang. Sang sopir lantas menuduh korban yang mencuri.

“Jadi tas sopir ini hilang. Di dalamnya ada uangnya katanya. Kemudian, dia menuduh saya yang mengambil. Akhirnya kami cekcok. Bahkan, sempat berkelahi. Lalu saya ditikam dan diturunkan di jalan,” tambahnya.

Kapolsek Tongas Iptu Suyanto melalui Plt Kasi Humas Polresta Iptu Zainullah Regama menerangkan, kasus ini tengah ditangani Polsek bekerjasama dengan Polresta. “Korban ini diajak sopir dari Bungurasih Surabaya. Namun, korban tidak tahu truk ekspedisi mau kemana,” terangnya.

Selanjutnya di atas truk terjadi cekcok dan perkelahian. Korban ditusuk dan perutnya terluka. Kemudian, korban diturunkan di jalan begitu saja.  “Saat ini korban dirujuk dari RSUD Tongas ke RSUD Waluyo Jati di Kraksan,” tandasnya. (rpd/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/