alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Dugaan Korupsi UPT Pasar, Kejari Kota Probolinggo Periksa 10 Petugas

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolingo kembali memanggil petugas pasar dalam kasus dugaan korupsi restribusi di UPT Pasar Probolinggo. Setelah memintai keterangan lima petugas, kali ini Kejari memangil 10 petugas pasar.

Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Benny Bryandono membenarkan hal itu. Menurutnya, sejumlah saksi telah diperiksa. Termasuk Arif Billah yang sebelumnya menjabat sebagai kepala UPT Pasar. “Untuk jumlah pastinya saya tidak hafal. Ada sekitar 10 petugas lah yang diperiksa,” ujar Benny.

Benny menjelaskan, secara garis besar pemeriksaan itu masih berkaitan dengan dugaaan korupsi retribusi pasar di UPT Pasar. Sebagian besar petugas yang diperiksa adalah bendahara pasar.  Namun, ia tidak menerangkan secara detail materi pemeriksaan pada para petugas itu.

Pihaknya pun tetap berpedoman pada bukti yang ditemukan nantinya. Jika memang ada indikasi dan bukti yang ditemukan, maka kasus itu akan dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Dengan catatan, tetap akan mempertimbangkan besarnya kerugian negara. Jika kerugian negara kecil, maka akan dikoordinasikan dengan Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). “Tetap kami koordinasi dengan APIP. Jika dapat diselesaikan secara internal, maka tidak masalah,” katanya.

Jawa Pos Radar Bromo pun berusaha mengonfirmasi Arif Billah. Namun, sampai Rabu (18/11) sore, yang bersangkutan tidak bisa dikonfirmasi.

Sebelum memanggil 10 petugas pasar, Kejari Kota Probolingo lebih dulu memanggil lima petugas pasar. Saat itu, para petugas UPT Pasar dipanggil pada Jumat (6/11). Pemanggilan dilakukan untuk penyelidikan dugaan korupsi retribusi pasar di UPT Pasar.

Pemanggilan itu sendiri masih dalam proses penyelidikan. Karena itu, belum diketahui apakah benar ada korupsi atau tidak di UPT Pasar. (rpd/hn)

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolingo kembali memanggil petugas pasar dalam kasus dugaan korupsi restribusi di UPT Pasar Probolinggo. Setelah memintai keterangan lima petugas, kali ini Kejari memangil 10 petugas pasar.

Kasi Intel Kejari Kota Probolinggo Benny Bryandono membenarkan hal itu. Menurutnya, sejumlah saksi telah diperiksa. Termasuk Arif Billah yang sebelumnya menjabat sebagai kepala UPT Pasar. “Untuk jumlah pastinya saya tidak hafal. Ada sekitar 10 petugas lah yang diperiksa,” ujar Benny.

Benny menjelaskan, secara garis besar pemeriksaan itu masih berkaitan dengan dugaaan korupsi retribusi pasar di UPT Pasar. Sebagian besar petugas yang diperiksa adalah bendahara pasar.  Namun, ia tidak menerangkan secara detail materi pemeriksaan pada para petugas itu.

Pihaknya pun tetap berpedoman pada bukti yang ditemukan nantinya. Jika memang ada indikasi dan bukti yang ditemukan, maka kasus itu akan dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Dengan catatan, tetap akan mempertimbangkan besarnya kerugian negara. Jika kerugian negara kecil, maka akan dikoordinasikan dengan Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). “Tetap kami koordinasi dengan APIP. Jika dapat diselesaikan secara internal, maka tidak masalah,” katanya.

Jawa Pos Radar Bromo pun berusaha mengonfirmasi Arif Billah. Namun, sampai Rabu (18/11) sore, yang bersangkutan tidak bisa dikonfirmasi.

Sebelum memanggil 10 petugas pasar, Kejari Kota Probolingo lebih dulu memanggil lima petugas pasar. Saat itu, para petugas UPT Pasar dipanggil pada Jumat (6/11). Pemanggilan dilakukan untuk penyelidikan dugaan korupsi retribusi pasar di UPT Pasar.

Pemanggilan itu sendiri masih dalam proses penyelidikan. Karena itu, belum diketahui apakah benar ada korupsi atau tidak di UPT Pasar. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/