Penyelidikan Begal Tunggulwulung Terganjal Minim Saksi dan Bukti

PANDAAN, Radar Bromo – Kasus begal motor yang menimpa Husni Mubarok, 18 dan Galih, 19, keduanya warga Dusun Kandangan Krajan, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, sejauh ini masih misteri. Polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur menjelaskan, kasus begal di jalan kabupaten masuk Desa Tunggulwulung itu masih didalaminya. “Kasusnya dalam proses lidik kami. Dugaan kami pelaku begalnya berjumlah dua orang, tapi belum terungkap,” katanya.

Dua pelaku itu disebutkan berbagi peran. Satu jadi joki dan satu jadi eksekutor. Selain berhasil merampas motor Honda Beat korban, pelaku juga membacok Husni Mubarok.

Dua pelaku disebutkan memiliki ciri-ciri memakai helm dan bermasker. Juga menggunakan jaket dan mengendarai motor jenis yang sama (matik) saat melakukan aksi kejahatannya.

Menurut Budi Luhur, untuk mengungkap kasus itu pihaknya masih minim petunjuk. Sebab, tak ada warga yang tahu persis kejadiannya. “Kami baru periksa dua orang. Semuanya korban,” terangnya.

Sementara di sekitar lokasi kejadian juga minim petunjuk. Tak ada closed circuit television (CCTV) yang terpasang di kawasan setempat. “Faktor-faktor itulah yang menjadi kendala kami. Tentunya akan tetap terus kami telusuri dan lidik sampai dengan terungkap pelakunya,” janjinya. (zal/mie)