alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Merasa Kasus Bermuatan Politis, PH Eks Kades Bulusari Laporkan Kejari

BANGIL, Radar Bromo – Penasihat hukum Yudhono, Nurkhosim mengaku kecewa dengan penahanan terhadap kliennya. Ia memandang, ada nuansa politis dalam penahanan Yudhono.

Menurutnya, ada upaya untuk menggagalkan pencalonan Yudhono sebagai kepala desa Bulusari. “Kami sangat kecewa. Kami menilai ada nuansa politis yang sangat kental,” tandasnya.

Ia menambahkan, kliennya seharusnya tidak disalahkan dalam perkara tersebut. Karena pengambilan tanah tersebut, bukan untuk keuntungan dirinya pribadi. Melainkan untuk masyarakat.

“Tanah itu kan diambil, untuk menguruk lapangan dan jurang agar tidak ada yang jatuh. Jadi bukan untuk keuntungan pribadi,” sambungnya.

Apalagi, urainya, ada pihak yang mengklaim bahwa tanah tersebut bukanlah TKD. Melainkan milik CV Phunika. Bahkan, sengketa perdata atas kasus tersebut, sudah diajukan ke pengadilan.

Selain itu menurutnya, penetapan tersangka Yudhono masih dalam proses praperadilan. “Seharusnya Kejari menunggu keputusan perdata dan praperadilan, jika akan menahan klien kami. Makanya, kami sangat kecewa,” tambahnya.

Atas semua kondisi itu, pihaknya akan melaporkan Kejari Kabupaten Pasuruan ke Jamwas Kejagung. Karena, diduga ada pelanggaran prosedur oleh Kejari dalam menangani perkara kliennya.

“Selain upaya penangguhan, kami akan laporkan ke Jamwas. Kami menduga ada pelanggaran proses yang dilakukan oleh kejaksaan sini,” pungkasnya. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Penasihat hukum Yudhono, Nurkhosim mengaku kecewa dengan penahanan terhadap kliennya. Ia memandang, ada nuansa politis dalam penahanan Yudhono.

Menurutnya, ada upaya untuk menggagalkan pencalonan Yudhono sebagai kepala desa Bulusari. “Kami sangat kecewa. Kami menilai ada nuansa politis yang sangat kental,” tandasnya.

Ia menambahkan, kliennya seharusnya tidak disalahkan dalam perkara tersebut. Karena pengambilan tanah tersebut, bukan untuk keuntungan dirinya pribadi. Melainkan untuk masyarakat.

“Tanah itu kan diambil, untuk menguruk lapangan dan jurang agar tidak ada yang jatuh. Jadi bukan untuk keuntungan pribadi,” sambungnya.

Apalagi, urainya, ada pihak yang mengklaim bahwa tanah tersebut bukanlah TKD. Melainkan milik CV Phunika. Bahkan, sengketa perdata atas kasus tersebut, sudah diajukan ke pengadilan.

Selain itu menurutnya, penetapan tersangka Yudhono masih dalam proses praperadilan. “Seharusnya Kejari menunggu keputusan perdata dan praperadilan, jika akan menahan klien kami. Makanya, kami sangat kecewa,” tambahnya.

Atas semua kondisi itu, pihaknya akan melaporkan Kejari Kabupaten Pasuruan ke Jamwas Kejagung. Karena, diduga ada pelanggaran prosedur oleh Kejari dalam menangani perkara kliennya.

“Selain upaya penangguhan, kami akan laporkan ke Jamwas. Kami menduga ada pelanggaran proses yang dilakukan oleh kejaksaan sini,” pungkasnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/