alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Rampok Obok-obok Blado Kulon, 2 Rumah Disatroni

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Guru MTs di Dusun Krajan, Desa Blado, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, ternyata bukan satu-satunya korban perampokan pada Rabu (16/9) dini hari. Sebelumnya, dua pelaku diduga merampok rumah lain di Dusun Krajan.

Korban adalah Ahmad Insan, 26, yang tinggal di RT 7/RW 1, Dusun Krajan, Desa Blado Kulon. Oleh pelaku, korban juga dikuras hartanya.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, perampokan di rumah Insan terjadi lebih dulu. Yaitu, pukul 01.30. Dari sini, diduga pelaku bergerak ke rumah Sujarwo, 51, seorang honorer guru MTs yang juga tinggal di Dusun Krajan.

Di rumah korban Sujarwo ini, perampokan terjadi pukul 03.30. Yaitu sekitar dua jam setelah perampokan di rumah korban Insan terjadi.

Perampokan di rumah Insan terjadi saat korban sedang tidur lelap bersama istrinya, Rifatul Jannah, 24. Mereka tidur di kamarnya yang berada di ruang tengah.

Pukul 01.30, korban Rifatul kaget karena lampu di kamarnya tiba-tiba hidup. Saat dilihat, ternyata ada orang tidak dikenal masuk ke kamarnya dan menghidupkan lampu kamar.

 

Baca Juga: Rampok Beraksi di Blado Kulon, Duit Rp 40 Juta-Motor Amblas

 

Sebelum Rifatul sempat melakukan sesuatu, orang tidak dikenal ini mengancam akan membunuh suaminya. Dia pun langsung diam karena selain mengancam, pelaku membawa senjata tajam berupa celurit.

Menurutnya, pelaku yang masuk ke kamarnya hanya satu orang. Namun, dia tidak tahu berapa jumlah pelaku sebenarnya.

“Saat mengancam itu, pelaku membangunkan suami saya dan mengancam apabila melapor dan teriak akan membunuh saya dan suami saya. Pelaku juga mengatakan bahwa dia tidak sendiri. Di belakang rumah katanya temannya masih banyak,” ujar Rifatul, Kamis (17/9).

Diancam akan dibunuh, nyali keduanya langsung ciut. Mereka pun mengikuti saja apa yang disuruh pelaku. Pertama, pelaku menyuruh Rifatul mengambil uang simpanan mereka. Kemudian, pelaku meminta Rifatul mencopot perhiasan yang dipakainya.

“Istri saya yang mengumpulkan semuanya, dimulai dari uang sekitar Rp 3 juta lebih dan perhiasan yang dipakainya. Total yang dibawa pelaku sekitar Rp 15 juta,” timpal  Insan –panggilannya- saat ditemui di rumahnya, kemarin (17/9).

Insan menjelaskan, pelaku masuk lewat pintu belakang rumahnya yang tidak lain dapur. Tepat di belakang rumah Insan memang sepi. Lalu di utara rumahnya hamparan sawah luas dan jalan setapak menuju desa tetangga yaitu Desa Bulujaran Lor.

“Pelaku masuk dengan cara mencongkel pintu belakang. Memang di belakang rumah saya tidak ada rumah sama sekali, langsung tembus ke Desa Bulujaran Lor. Saat pelaku keluar saya juga tidak bisa apa-apa karena ancaman tadi,” ujarnya.

Insan pun meyakini, pelaku yang merampok rumahnya adalah orang yang sama dengan pelaku yang merampok rumah Sujarwo, tetangganya. Seorang tetangganya, menurut Insan, sempat berpapasan dengan salah seorang pelaku. Pelaku ini, menurut tetangganya,  berjalan ke arah utara yang tidak lain adalah ke arah rumah Sujarwo.

“Saat berpapasan dengan tetanga saya ini, pelaku memegang tangan tetangga saya dan mengatakan, jangan macam-macam saya hanya lewat,” ujarnya menirukan cerita tetangganya.

Tetangganya itu juga menjelaskan ciri-ciri pelaku yang ditemuinya. Yaitu, memakai buff hitam, masker hitam, jaket hitam, dan celana pendek jins.

“Saat saya tanya kepada saudara saya, ternyata ciri-ciri pelaku sama dengan pelaku yang merampok rumah Sujarwo. Jadi, setelah beraksi di sini, kalau dugaan saya benar, pelaku langsung ke rumah Haji Jarwo (Sujarwo, Red),” lanjutnya.

Sementara itu, Polsek Tegalsiwalan hanya mendapatkan laporan perampokan di rumah Sujarwo. “Laporan yang kami terima masih satu tempat saja. Saat ini sudah masuk pada pengembangan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tegalsiwalan Bripka Nico Stanza.

Sebelumnya diberitakan, Rabu (16/9) dini hari terjadi perampokan di Dusun Krajan, Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan. Rumah seorang honorer guru MTs yang juga petani bawang, Sujarwo, 51, diacak-acak dua perampok. Satu unit motor Honda Vario dan uang Rp 40 juta dibawa kabur dua pelaku. (mu/hn)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jualan Buah di Jl Juanda, Putri Polisi Dijambret, Ini Modusnya  

Korban melaporkan pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Innalillahi, Pulang Kerja, PNS Pemkab Pasuruan Tewas Tertabrak Truk Tronton

Sore itu, Slamet Supriyanto hendak pulang ke rumahnya usai bekerja. Ia mengendarai motor Honda Vario bernopol N 2175 TBL dari arah utara ke selatan.

Kaliputih Sumbersuko Gempol Kembali Tercemar Busa Berlimpah

Kondisi sungai tercemar busa itu bukan kali ini terjadi. Pada pertengahan Agustus lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi.

Komunitas Difabel Antusias Ikuti Donor Darah Bold Riders Probolinggo

Dalam aksi sosial ini, Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Probolinggo turut serta menjadi pendonor.

Listrik Kerap Padam, 95 Persen Disebabkan Pohon

Kejadian listrik padam atau mati lampu kerap terjadi saat musim hujan.